Wali Kota Fairid Naparin dukung restocking untuk pengembangan ikan di Sungai Kahayan

Teks foto Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran didampingi Walikota Palangkaraya  Fairid Naparin saat kegiatan pelepasan ikan (restocking) dan wisata susur sungai di kawasan Pelabuhan Flamboyan, tepi Sungai Kahayan.(ist)(kalselpos.com)

Palangka Raya, kalselpos.com– Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengikuti kegiatan pelepasan ikan (restocking) dan wisata susur sungai di kawasan Pelabuhan Flamboyan, tepi Sungai Kahayan.

 

Bacaan Lainnya

 

“Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intel) Kejaksaan Agung RI, Reda Manthovani, bersama jajaran Kejaksaan Negeri Palangka Raya,” kata Fairid.

 

 

Turut melakukan restocking di lokasi itu Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Ketua DPRD Kota Palangka Raya Subandi, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

“Dalam rangkaian kerja Jaksa Agung Muda Intelijen, kita bersama-sama Pak Kejati dan Pak Kejari melakukan restocking ikan. Ini juga merupakan salah satu agenda Dinas Perikanan Kota Palangka Raya dalam upaya pembudidayaan ikan,” kata Fairi.

 

 

Menurutnya, restocking merupakan langkah penting untuk menjaga keberlanjutan populasi ikan di Sungai Kahayan. Ia menekankan bahwa kegiatan serupa juga dilakukan di beberapa danau yang ada di wilayah Kota Palangka Raya.

“Pembudidayaan ini tidak hanya dilakukan di sini, beberapa danau di Kota Palangka Raya juga dilakukan restocking. Tujuannya agar populasi ikan tetap terjaga dan bisa memberi manfaat bagi warga,” ujarnya.

 

 

 

Melalui kegiatan ini, pemerintah kota berharap kelestarian ekosistem perairan dapat terus terjaga. Selain berdampak pada keseimbangan lingkungan, keberadaan ikan yang melimpah juga diharapkan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

 

 

Dilakukannya restocking ikan ini adalah wujud dari kepedulian pemerintah dalam membantu meningkatkan taraf hidup nelayan kecil, dan dalam rangka menjaga kelestarian keberadaan ikan lokal di perairan umum tetap lestari serta berkelanjutan.

Dia pun mengajak masyarakat “Kota Cantik” bijak memanfaatkan potensi di danau tersebut.

 

Diantaranya seperti menangkap ikan dengan cara ramah lingkungan dan menjaga habitat alam agar ikan tetap dapat berkembang biak dengan baik.

Dia menerangkan, potensi perikanan budi daya dan di kota kota setempat masih sangat besar dan belum dimanfaatkan secara optimal.

“Kami pun berharap dengan pelepas tiga jenis bibit ikan ini bisa membantu menambah, menjaga dan melestarikan populasi ikan di perairan air hitam sehingga potensi dapat dimanfaatkan secara maksimal,” katanya.

 

 

Dia juga meminta masyarakat tidak menggunakan jaring maupun racun dalam penangkap ikan agar tidak mematikan ikan-ikan kecil. Jika saat menangkap ikan terdapat anakan, masyarakat juga diminta melepaskan kembali agar dapat tumbuh besar.

 

 

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait