paringin,kalselpos.com – Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)belum lama menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penilaian Indeks Ketahanan Daerah (IKD) dan Indeks Risiko Bencana (IRB) Tahun 2025,
Kegiatan ini turut didampingi BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya dalam proses verifikasi data pendukung IKD dan IRB. Selain itu, sejumlah instansi terkait juga dilibatkan, seperti Bapperida, Dinas PUPR Perkim, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, hingga RSUD Datu Kandang Haji.
Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H Rahmi menegaskan bahwa IKD dan IRB merupakan instrumen penting dan strategis bagi pemerintah daerah, terutama dalam perumusan kebijakan pembangunan.
“Alhamdulillah, dalam tiga tahun terakhir IKD Balangan terus meningkat, sementara IRB menunjukkan tren penurunan,” ujarnya.
Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi indikator bahwa Kabupaten Balangan semakin tangguh menghadapi potensi bencana. Penurunan IRB juga berdampak positif terhadap berkurangnya kejadian bencana, khususnya dari sisi risiko.
“Intinya, kapasitas kita dalam menghadapi bencana semakin baik, tangguh, dan siap siaga,” tegasnya.
Rahmi menambahkan, kondisi ini memberikan dampak nyata terhadap kelancaran pembangunan di daerah. Sebab, keamanan dan stabilitas dari potensi bencana menjadi faktor penting dalam mendukung jalannya pembangunan.
“Kami berharap IKD dan IRB ini dapat terus ditingkatkan setiap tahunnya melalui sinergi dengan seluruh instansi terkait serta dukungan pentahelix,” pungkasnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





