Kawasan Ekowisata Bekantan PT AGM Tembus Finalis Subroto Awards 2025

Teks Foto : []istimewa TERIMA AUDIENSI -  Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) saat meenerima audiensi Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Kalsel, Kamis (11/9) kemarin.(kalselpos.com)

Rantau, Kalselpos.com – Tapin kembali mencuri perhatian nasional. Kawasan Ekowisata Bekantan PT Antang Gunung Meratus (AGM) di Desa Lawahan, Kecamatan Tapin Selatan, resmi masuk finalis Subroto Awards 2025, ajang penghargaan paling bergengsi yang digelar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Bacaan Lainnya

Konservasi satwa endemik Kalimantan itu dinilai sebagai salah satu program terbaik dalam pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Penilaian lapangan berlangsung Jumat (12/9/2025) di Kawasan Ekowisata Bekantan Desa Lawahan Tapin Selatan Kab Tapin dengan menghadirkan tim juri yang dipimpin Dr. Rudi Saprudin Darwis bersama perwakilan Kementerian ESDM.

 

Suasana penjurian semakin semarak dengan keterlibatan Dinas Kehutanan Kalsel, Dinas Lingkungan Hidup Tapin, pemerintah desa, warga Desa Lawahan dan Sungai Puting, hingga pelaku UMKM serta pengrajin purun yang menjadi bagian dari ekosistem konservasi.

 

Dr. Rudi menilai langkah PT AGM menjaga habitat bekantan sebagai terobosan penting.

 

“Konservasi bekantan bukan pekerjaan mudah. Perubahan lingkungan akibat manusia maupun bencana seperti kebakaran hutan langsung mengancam habitatnya. Apa yang dilakukan PT AGM adalah upaya strategis mengembalikan keseimbangan ekosistem,” tegasnya.

 

Ia menekankan bahwa keberhasilan program konservasi hanya akan terjaga jika semua pihak ikut terlibat.

 

“Perjalanan konservasi ini harus berkelanjutan. Stakeholder lain, termasuk masyarakat, harus bergerak bersama. Upaya sudah terlihat, tinggal diperkuat dengan langkah nyata ke depan,” ujarnya.

 

Sementara itu, Alvensus Sihotang, Site Manager PT AGM, menyambut gembira keberhasilan ini.

 

“Alhamdulillah, tahun ini ekowisata bekantan bisa menjadi finalis Subroto Awards. Ini membuktikan bahwa pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang kami lakukan mendapat pengakuan nasional,” katanya.

 

Ia menjelaskan, selama satu dekade terakhir PT AGM fokus melakukan restorasi habitat bekantan yang sempat rusak akibat kebakaran. Perusahaan membangun kembali kawasan hijau, menanam ulang vegetasi, dan menciptakan lingkungan alami yang mendukung kehidupan satwa langka tersebut.

 

“Kami berkomitmen menjadikan konservasi bekantan sebagai habitat asli yang lestari. Harapan kami, bekantan bukan hanya simbol Tapin, tetapi juga maskot kebanggaan Kalimantan Selatan,” ucap Alvensus.

 

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat merupakan kunci.

 

“Pengakuan ini diharapkan membuat masyarakat semakin bangga dan ikut berperan aktif menjaga habitat bekantan. Konservasi bukan hanya tugas perusahaan, melainkan tanggung jawab bersama,” tambahnya.

 

Masuknya Ekowisata Bekantan sebagai finalis Subroto Awards 2025 menjadi bukti bahwa industri tambang bisa berjalan seiring Dengan kepedulian lingkungan.

 

PT AGM berhasil menunjukkan wajah lain pertambangan tidak sekadar mengeksploitasi sumber daya, tetapi juga merawat alam demi keberlanjutan generasi mendatang.

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait