Banjarmasin, kalselpos.com – Memilukan, duduk di tengah-tengah Perwira Tinggi, TNI-Polri, Gubernur Kalimantan Selatan H Muhiddin belum ada penjelasan resmi mengenai tujuan penumpang helikopter Eastindo Air atas kedatangannya di Kotabaru.
Parahnya lagi, insiden kecelakaan helikopter tersebut dari lima orang warga Indonesia, tiga di antaranya Warga Negara Asing (WNA).
“Setelah mendapatkan kabar adanya Helikopter jatuh kita langsung membentuk tim, untuk sesegera mungkin mendapatkan para korban guna dilakukan evakuasi,” ucapnya.
Ditanya berulang kali oleh awak media tujuannya untuk apa, kepentingan korban dalam keberangkatan tersebut hingga sampai membawa tiga orang Warga Negara Asing (WNA), asal Australia, Brazil dan India.
” Kami belum mendapat keterangan dari perusahaan terkait alasan penerbangan tersebut. Masalah kepentingan (tujuan korban apa, kita tidak bisa menyampaikannya karena ini adalah helikopter carteran,” kata Muhidin.
Pihaknya mengaku, tak bisa mengungkapkan tujuan kedatangan maupun detail profesi dari masing-masing penumpang yang menjadi korban.
Sangat disayangkannya, publik belum mengetahui siapa para penumpang, selain informasi, tiga di antaranya adalah warga negara asing asal Brasil, Australia dan India.
Tak sebanding dengan laman resminya, Eastindo Air menegaskan perusahaan memiliki rekam jejak panjang dalam industri penerbangan carter. Perusahaan itu mengklaim punya rekam jejak 30 tahun tanpa kecelakaan.
Namun, saat musibah ini terjadi Eastindo Air saat adanya konferensi pers, juga tidak memberikan komentar apapun.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





