Ketua DPRD Tapin Apresiasi BUMDes Munggu Talu Hasilkan PAD Puluhan Juta 

Teks foto Penyerahan Pendapatan asli Desa dihasilkan BUMDES Munggu Talu oleh Ketua DPRD Tapin.(ist)(kalselpos.com)

Rantau, kalselpos.com – Pemerintah Desa Suato Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan, berhasil membuktikan kemandirian ekonomi desa lewat pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Munggu Talu.

 

Bacaan Lainnya

Pada tahun ini, BUMDes tersebut mampu menyumbang Rp21 juta untuk Pendapatan Asli Desa (PAD), yang kemudian disalurkan kembali ke masyarakat dalam bentuk dukungan kegiatan keagamaan.

 

Capaian tersebut disampaikan dalam musyawarah desa yang digelar di Aula Kantor Desa Suato Tatakan, Rabu (3/9). Acara berlangsung terbuka dan dihadiri Ketua DPRD Tapin Achmad Riduan Syah, Plt Kepala Dinas Sosial H. Syafrudin, perwakilan DPMD, Camat Tapin Selatan Reza Alghfari, serta sejumlah mitra usaha BUMDes, di antaranya PT AGM, PT HRS, Bank Kalsel, dan Bank Mandiri.

 

Kepala Desa Suato Tatakan, Fahmi Sadikin, menjelaskan bahwa usaha yang dijalankan BUMDes meliputi pengelolaan sampah, penyediaan air bersih, dan jasa transportasi.

 

“Alhamdulillah usaha ini memberi hasil nyata. Dari sini kita bisa mengumpulkan PAD Rp21 juta, dan sesuai kesepakatan musyawarah, dana ini dikembalikan untuk kegiatan keagamaan di desa,” katanya

 

Menurut Fahmi, keberhasilan tersebut tak lepas dari dukungan masyarakat dan kerja sama dengan sejumlah perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah desa. Model kemitraan ini bukan hanya memberi pemasukan, tetapi juga menciptakan peluang kerja bagi warga.

 

Ketua DPRD Tapin, Achmad Riduan Syah, menilai apa yang dilakukan BUMDes Munggu Talu patut menjadi contoh bagi desa lain. Menurutnya, keberhasilan bukan semata dari jumlah pendapatan, tetapi dari cara pengelolaan yang transparan dan akuntabel.

 

“Yang lebih penting adalah keterbukaan mereka dalam mengelola usaha, melibatkan warga, dan mempertanggungjawabkan setiap rupiah yang masuk. Itu yang membanggakan,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, langkah Desa Suato Tatakan menunjukkan bahwa BUMDes bukan sekadar formalitas, melainkan benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Dengan sistem yang baik, hasil usaha bisa dikembalikan langsung kepada masyarakat.

 

“Hari ini kita melihat PAD yang terkumpul kembali ke warga dalam bentuk kegiatan keagamaan. Ini bukti bahwa manfaatnya dirasakan langsung,” katanya.

 

Camat Tapin Selatan, Reza Alghfari, menegaskan bahwa model seperti ini perlu diperluas. Desa-desa lain, katanya, bisa belajar dari BUMDes Munggu Talu yang berani menggali potensi lokal, menggandeng mitra, dan menjaga akuntabilitas.

 

BUMDes Munggu Talu sendiri telah beroperasi selama beberapa tahun terakhir dan terus berkembang. Dari usaha sederhana, kini unit ini berhasil menjadi sumber PAD yang berkesinambungan. Targetnya, ke depan pendapatan bisa meningkat lebih besar lagi.

 

Achmad Riduan berharap capaian ini tidak berhenti, melainkan terus ditingkatkan agar desa semakin mandiri.

 

“Semoga menjadi motivasi bagi BUMDes lain di Tapin. Jika dikelola serius, BUMDes bisa jadi kunci kemandirian desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait