Paringin ,Kalselpos.com – Kasus penyakit campak kembali meningkat di Indonesia. Di Kalimantan Selatan sendiri, beberapa kabupaten/kota telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB), seperti Kabupaten Banjar (2 KLB), Tanah Laut (2 KLB), Hulu Sungai Tengah (1 KLB), dan Kota Banjarbaru (1 KLB) sepanjang Januari hingga Agustus 2025.
Berdasarkan asesmen Kementerian Kesehatan tahun 2024, Kabupaten Balangan termasuk wilayah dengan risiko tinggi campak. Dari Januari hingga Agustus 2025, tercatat sudah ada satu kasus campak yang terdeteksi di Balangan.
Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Balangan, Auni ,belum lama ini Diparingin , menyampaikan bahwa pihaknya segera melakukan pelacakan kontak terhadap tetangga maupun teman sekolah dari pasien, dan hasilnya dinyatakan negatif.
“Untuk imunisasi campak di Balangan memang cukup menantang, karena pelaksanaannya hanya tersedia saat Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Meski begitu, teman-teman di puskesmas tetap melakukan sweeping imunisasi agar anak-anak yang belum lengkap bisa segera mendapat vaksin,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Balangan juga menggandeng tim Promosi Kesehatan (Promkes) untuk menyosialisasikan program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Selain itu, penyuluhan rutin di Posyandu terus dilakukan agar orang tua semakin sadar pentingnya imunisasi.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Balangan, H Ahmad Sauki, menegaskan pentingnya vaksinasi campak bagi anak serta menjaga pola hidup sehat bagi seluruh masyarakat.
“Campak adalah penyakit menular yang menyebar lewat kontak fisik. Karena itu, daya tahan tubuh sangat penting dijaga,” tegasnya.
Campak sendiri dapat menyerang semua usia, namun paling rentan menyerang bayi dan balita di bawah 5 tahun. Gejalanya meliputi demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta muncul ruam kemerahan pada kulit yang biasanya diawali di wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh.
Meski dapat sembuh dengan sendirinya, campak sangat berbahaya karena bisa menimbulkan komplikasi serius seperti radang paru-paru (pneumonia), diare berat, hingga radang otak (ensefalitis).
“Meskipun begitu, penyakit ini berpotensi outbreak atau menyebar dengan cepat. Oleh karena itu, pengenalan gejala sejak dini sangat penting untuk mencegah penularan,” tambah Sauki.
Ia pun mengimbau seluruh orang tua agar memastikan anak-anaknya mendapatkan imunisasi lengkap serta segera membawa ke fasilitas kesehatan jika menunjukkan gejala campak.
“Jangan menunda vaksinasi dan tetap jaga pola hidup bersih dan sehat. Dengan langkah sederhana ini, kita bisa melindungi anak-anak kita dari risiko campak,” imbaunya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





