Wisata Sungai Biuku bak “Ditelan Bumi”

Teks foto : Wisata Selanjung Sungai Biuku di Kelurahan Sungai Andai, Banjarmasin Utara kini tampak sepi dan terbengkalai.(kalselpos.com)

BANJARMASIN, Kalselpos.com – Wisata Selanjung Sungai Biuku di Kelurahan Sungai Andai, Banjarmasin Utara, yang dahulu menjadi magnet wisatawan, kini tinggal kenangan. Sejak banjir besar pada 2021, kawasan ini dibiarkan terbengkalai tanpa sentuhan pembenahan dari instansi terkait terutama Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin.

 

Bacaan Lainnya

Masitah, warga Sungai Andai, mengaku kecewa melihat kondisi tersebut. Ia masih ingat masa kejayaan Sungai Biuku yang kala itu ramai didatangi pengunjung, bahkan dari luar kota.

 

“Dulu ramai sekali, banyak warga datang. Tapi sekarang sudah ‘ampihan’ (selesai),” ujarnya, Senin (25/8/2025).

 

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Fasilitas seperti gazebo dan sarana penunjang lainnya tidak terawat, sementara aliran sungai yang menjadi daya tarik utama pun tampak ditinggalkan.

 

Usaha warung warga pun merana karena sepi pengunjung. Bahkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat sudah tak lagi aktif mengelola kawasan tersebut.

 

Belum terlihat langkah konkret dari pemerintah kota setempat, turut membuat kekecewaan warga semakin dalam. Padahal, wisata berbasis sungai merupakan ciri khas utama Kota Banjarmasin.

 

Menanggapi hal ini, Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, angkat bicara. Ia menegaskan bahwa Sungai Biuku tidak boleh dibiarkan mati suri.

 

“Yang pasti ini menjadi perhatian Pemerintah Kota. Banyak masukan masyarakat terkait kondisi Sungai Biuku. Kawasan ini punya potensi besar sebagai destinasi wisata dan ruang publik,” tegas Yamin.

 

Ia juga mendesak dinas terkait untuk segera turun tangan dengan langkah konkret, inovasi, dan ide-ide kreatif agar Sungai Biuku kembali hidup dan menjadi kebanggaan warga.

 

“Dalam waktu dekat, saya minta dinas langsung meninjau ke lapangan sesuai laporan masyarakat. Jangan sampai wisata ini benar-benar hilang,” pungkasnya.

 

Kini, Selanjung Sungai Biuku hanya menyisakan cerita kejayaan masa lalu. Warga Sungai Andai berharap besar agar pemerintah serius membangkitkannya kembali sebagai destinasi wisata berbasis kearifan lokal, agar Sungai Biuku kembali menjadi ikon kebanggaan Kota Seribu Sungai.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait