Wabup Tapin Tekankan Pentingnya Gizi Seimbang dan Penggunaan Obat Rasional

Teks foto Wakil Bupati Tapin H Juanda saat menghadiri menghadiri kegiatan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) yang dirangkai dengan peringatan Hari Farmasi Sedunia 2025 di Tapin. Bertempat Pendopo Galuh Bastari Kawasan Rantau Baru. (ist)(kalselpos.com)

Rantau, kalselpos.com – Wakil Bupati Tapin H Juanda menegaskan bahwa stunting masih menjadi persoalan serius yang perlu segera ditangani bersama. Menurutnya, dampak stunting bukan hanya pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga memengaruhi kesehatan dan kemampuan berpikir di masa depan.

 

Bacaan Lainnya

“Jika stunting tidak diatasi, produktivitas generasi mendatang akan rendah. Akibatnya, pembangunan ekonomi terhambat dan kesenjangan semakin melebar,” ujar Juanda saat menghadiri kegiatan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) yang dirangkai dengan peringatan Hari Farmasi Sedunia 2025 di Tapin. Bertempat Pendopo Galuh Bastari Kawasan Rantau Baru. Minggu (24/8/2025).

 

Ia menekankan perlunya sinergi antarprogram untuk memperkuat upaya pencegahan stunting di daerah. Salah satunya melalui edukasi gizi, pembiasaan konsumsi tablet tambah darah bagi remaja, serta dorongan untuk menerapkan pola hidup sehat.

 

Hari Farmasi Sedunia tahun ini mengusung tema Pikirkan Kesehatan, Pikirkan Apoteker.

 

Juanda menyebut, tema tersebut relevan dengan kondisi saat ini di mana tenaga farmasi berperan penting dalam memastikan masyarakat mendapatkan manfaat obat secara aman dan tepat.

 

“Apoteker adalah garda terdepan yang memastikan obat digunakan dengan benar. Mereka bukan hanya penyedia obat, tetapi juga pendidik kesehatan bagi masyarakat,” katanya.

 

Dalam kegiatan itu, masyarakat diajak untuk lebih bijak menggunakan obat. Edukasi meliputi cara mengonsumsi obat yang benar, pentingnya gizi seimbang, serta aktivitas fisik sebagai bagian dari pola hidup sehat.

 

Juanda berharap peringatan Hari Farmasi Sedunia di Tapin bisa memberi dampak nyata, terutama dalam menurunkan angka stunting dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan obat yang rasional.

 

“Dengan penggunaan obat yang tepat, ditunjang gizi seimbang dan perilaku hidup sehat, kita akan melahirkan generasi Tapin yang lebih sehat dan produktif,” tegasnya.

 

Sementara Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Kalsel, H M Muslim, mewakili Gubernur H Muhidin menegaskan bahaya penggunaan antibiotik tanpa resep. Menurutnya, resistensi antibiotik kini menjadi ancaman kesehatan global.

 

“Banyak masyarakat masih membeli antibiotik sembarangan. Jika ini dibiarkan, risiko resistensi semakin besar. Edukasi kesehatan harus terus diperkuat agar masyarakat lebih bijak dalam menggunakan obat,” ujarnya.

 

Muslim juga mengapresiasi komitmen Kabupaten Tapin yang dinilai berhasil menekan angka stunting dan aktif mengembangkan program kesehatan. Hal inilah yang membuat Tapin dipercaya menjadi tuan rumah peringatan WPD tingkat provinsi.

 

Turut hadir Sekda Tapin Dr Sufiansyah, Ketua PKK Tapin Hj Faridah Yamani, Wakil Ketua PKK Tapin Hj Ellya Hartati, Ketua DWP Tapin Hj Mashuriyah dan Perwakilan Muspida Tapin.

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait