Barabai,kalselpos.com – Warga ber-KTP Hulu Sungai Tengah (HST) bernama Ibrahim Anwar berulah di “negeri orang”.
Di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, kepada warga, dia mengaku sebagai habib atau keturunan Nabi Muhammad SAW.
Karuan saja, pengakuannya ini membuat keturunan habib sebenarnya yang bermukim di Kutai Kartanegara terutama di Kota Tenggarong ‘berang’ dan mengamankanya.
Habib palsu bernama Ibrahim Anwar, itupun digelandang ke Polres setempat untuk disuruh minta maaf secara terbuka di hadapan aparat penegak hukum.
Dengan sukarela, Ibrahim pun menyatakan permohonan maaf atas pengakuannya tersebut. Di atas selembar kertas dia menuliskan poin – poin permohonan maaf yang dibubuhi tandatangan plus KTP asli yang sudah terlihat patah dua.
Ibrahim mengakui perbuatannya telah merugikan orang lain dan menyalahi aturan hukum. Dia menyatakan tidak akan mengulangi perbuatannya.
“Saya berjanji dan minta maaf atas perbuatan saya. Sekali lagi saya berjanji tidak mengulangi perbuatan ini,” tulis Ibrahim Anwar dalam surat pernyataannya.
Dia mengakui, dirinya bukan keturunan habib. Namun kepada warga sempat mengaku habib dengan memanfaatkan nama besar Habib Muhammad Bahasyim. Bukan itu saja, Ibrahim juga mencantumkan gelar akademis Profesor, Drs sampai Insinyur di depan namanya.
“Mulai hari ini saya tidak lagi mengaku sebagai keturunan habib. Apabila saya lakukan, saya siap dituntut sesuai dengan perbuatan saya,” demikian isi pernyataan tersebut.
Kepada warga Kutai Kartanegara, selain mengaku habib, dia juga mengaku tinggal di Barabai dekat Pondok Pesantren Guru Bahit.
Ketua DPC Rabithah Alawiyah Kabupaten Kutai Kartanegara, Lutfi Bin Agil bin Yahya, meminta kepada masyarakat agar tidak percaya atas pengakuan Ibrahim Anwar karena dia penipu. Beberapa warga Tenggarong mengaku telah menjadi korban.
Kalsel Pos mencoba bertanya kepada warga yang tinggal di dekat Pondok Pesantren Guru Bahit di daerah Kitun, Kota Barabai. Namun tidak ada satupun warga yang mengaku kenal dengan Ibrahim.
Kasubsi PIDM Humas Polres HST, Aiptu M Husaini meminta masyarakat yang bermukim di wilayahnya untuk melaporkan apabila pernah merasa dirugikan oleh sepak terjang Ibrahim Anwar.
“Kalau ada masyarakat yang merasa dirugikan akibat pengakuan Ibrahim sebagai habib palsu, silakan laporkan ke kami. Dihimbau kepada masyarakat untuk tidak percaya begitu saja kalau ada orang yang mengaku – ngaku sebagai habib. Tanyakan dulu asal usulnya secara jelas dan benar,” ujarnya kepada Kalsel Pos, Rabu (20/8) di Barabai.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





