BANJARMASIN, Kalselpos.com – Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) digadang-gadang menjadi jawaban atas persoalan sampah yang selama ini kerap menimbulkan keluhan masyarakat.
Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin, Marzuki menegaskan bahwa konsep TPS3R berbeda jauh dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) konvensional yang kerap identik dengan bau menyengat, sampah berhamburan, hingga lingkungan yang kumuh.
“TPS3R lebih tertib karena menggunakan sistem berlangganan. Misalnya, satu TPS3R hanya melayani 200 Kepala Keluarga (KK). Sampah di luar kapasitas itu tidak akan diterima,” jelasnya.
Setiap TPS3R, lanjut Jack, memiliki petugas khusus yang menjemput sampah langsung dari rumah warga. Sampah tersebut kemudian dipilah, dicacah, hingga dikeringkan dengan mesin sehingga bernilai manfaat.
“Hasil pengolahan bisa digunakan untuk pupuk. Bahkan di beberapa daerah, sampah organik juga dikembangkan untuk budidaya maggot,” ujarnya.
Lebih dari itu, Jack menyebut TPS3R bukan hanya tempat pengelolaan sampah, tetapi juga bisa dimanfaatkan sebagai ruang publik.
“Halaman TPS3R bisa dipakai untuk kegiatan warga, mulai dari senam bersama, hajatan, hingga lomba 17-an,” tambahnya.
Jack berharap masyarakat tidak terburu-buru menolak, sebab keberadaan TPS3R justru mengurangi dampak lingkungan yang selama ini ditimbulkan TPS konvensional.
“Sangat disayangkan jika ada lahan yang cocok untuk TPS3R tapi tidak dimanfaatkan dengan baik,” terangnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan memaksakan pembangunan TPS3R jika masyarakat masih keberatan.
“Tugas kami mencari solusi terbaik dan terus memberikan edukasi tentang pentingnya TPS3R untuk pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan,” pungkasnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





