Bupati Tapin Raih Penghargaan Terbaik Pertama Pencegahan dan Penurunan Angka Stunting

Teks foto Bupati Tapin H Yamani saat menerima piagam penghargaan sebagai terbaik pertama pencegahan stunting.(ist)(kalselpos.com)

Rantau, Kalselpos.com – Di puncak hari jadi Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (14/8/2025) di Halaman Kantor Gubernur Kalsel. Kabupaten Tapin dapat piagam penghargaan, sebagai terbaik pertama.

 

Bacaan Lainnya

Di mana Kabupaten Tapin terbaik dalam penilaian kinerja kabupaten atau kota di Kalsel, dalam pelaksanaan aksi konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting tahun 2024.

 

Piagam penghargaan sendiri diserahkan oleh Gubernur Kalsel H Muhiddin, didampingi Wakil Gubernur Kalsel H Hasnuryadi Sulaiman serta Sekda Provinsi Kalsel Muhammad Syarifuddin.

 

Bupati Tapin H Yamani mengaku bangga dengan prestasi yang diraih, menurutnya upaya penurunan stunting terus dilaksanakan oleh jajarannya. Bahkan, Tapin masuk terendah se-Kalsel.

 

“Tentunya ini merupakan upaya kita bersama, baik itu Pemerintah Daerah, PKK, stakeholder terkait serta masyarakat dalam penurunan stunting,” jelasnya.

 

Sebelumnya, Ketua TP PKK Tapin Hj Faridah menyampaikan rasa syukur atas capaian Tapin sebagai terendah se-Kalsel dalam penurunan stunting. Menurutnya, hasil ini merupakan buah dari sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, dinas terkait, hingga jajaran kader PKK di tingkat desa.

 

“Alhamdulillah, kerja keras pemerintah daerah selama ini membuahkan hasil. Angka stunting di Tapin menurun melebihi target nasional. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya dinas terkait yang telah bekerja keras,” ujar Hj Faridah.

 

Ia menegaskan, TP PKK Tapin sebagai mitra strategis pemerintah daerah, akan terus mendukung program-program prioritas Bupati Tapin, termasuk dalam penurunan angka stunting.

 

“Kami berharap angka stunting terus menurun, hingga Tapin bisa mencapai status Zero Stunting,” harapnya.

 

Sementara itu, Kepala Bappelitbang Tapin Meidy Harris Prayoga mengungkapkan, penurunan angka stunting di Tapin menunjukkan tren positif selama tiga tahun terakhir.

 

“Pada tahun 2022 angka stunting kita berada di 14,5 persen. Kemudian turun menjadi 14,4 persen di 2023, dan kini 13,2 persen di 2024. Ini menunjukkan bahwa strategi intervensi yang kita jalankan berjalan baik dan tepat sasaran,” terang Meidy.

 

Ia menyebut, keberhasilan ini tidak terlepas dari dukungan penuh Bupati dan Wakil Bupati Tapin, Ketua TP PKK, serta seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha dan lembaga non-pemerintah.

 

“Kolaborasi semua pihak dalam Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) menjadi kunci keberhasilan ini. Ke depan, kita akan terus menjalankan arahan pemerintah pusat melalui intervensi gizi spesifik dan sensitif,” imbuhnya.

 

Meidy juga menekankan pentingnya keberlanjutan program agar capaian saat ini tidak hanya bertahan, tapi terus meningkat.

 

“Komitmen dan konsistensi menjadi kunci. Karena itu, Pemkab Tapin akan terus memperkuat langkah-langkah strategis dalam upaya mencegah dan menangani stunting,” pungkasnya.

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait