Barabai, kalselpos.com – Minat orang tua dalam menyekolahkan anaknya ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) makin menurun. Orang tua lebih memilih memasukkan anaknya ke Madrasah Ibtidaiyah (MI), karena lebih banyak pelajaran agama daripada pelajaran umum.
Informasi yang dikumpulkan Kalsel Pos dari berbagai sumber menyebutkan, sampai tahun 2024, setidaknya 96 SD terancam ‘gulung tikar’ alias tutup, karena selalu kekurangan murid pada saat penerimaan siswa baru dalam 5 tahun terakhir.
SD yang kekurangan siswa yakni 10 di Kecamatan Barabai, 12 di Kecamatan Batang Alai Selatan (BAS), lima di Batang Alai Timur (BAT), lima di Batang Alai Utara, tiga di Kecamatan Batu Benawa, 13 di Kecamatan Haruyan, 10 di Kecamatan Labuan Amas Selatan, 13 di Kecamatan Pandawan, dan terakhir tiga SD di Kecamatan Limpasu.
Fenomena kekurangan murid ini menuai keprihatinan berbagai pihak, salah satunya dari Ketua Komisi I DPRD Kabupaten HST, Yajid Fahmi.
Dia meminta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten HST untuk pandai melakukan inovasi, agar orang tua kembali berminat menyekolahkan anaknya ke sekolah dasar.
“Orang tua murid melihat di Madrasah Ibtidaiyah itu banyak kegiatan agamanya. Karena orang tua sibuk bekerja, sehingga terbatas waktu untuk mendidik agama, makanya mereka memilih madrasah,” ujarnya kepada Kalsel Pos, Kamis (14/8), di Barabai.
Maka, sambung Yajid, melakukan inovasi adalah salah satu solusi agar SD kembali diminati. “Inovasinya tidak hanya pendidikan keagamaan, karena itu sudah porsinya Kemenag, misalnya inovasi di bidang kebudayaan, olahraga dan seni. Diharapkan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para orang tua,” ucapnya.
Lantas bagaimana nasib bagunan sekolah dasar yang sudah tidak ada muridnya lagi?, Yajid mengusulkan dijadikan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk masyarakat terutama para pemuda yang tinggal jauh dari pusat Kota Barabai. “BLK kan ada di pusat kota. Jadi menyita waktu mereka yang tinggal jauh di pelosok kampung, seperti Kayu Rabah dan Mantaas.
“Ke depan kita mendorong BLK ada di wilayah kecamatan. Nah, sekolah dasar yang tidak digunakan itu bisa kita manfaatkan,” kata politikus muda Partai Nasdem itu.
Yazid berujar, tidak bisa dinafikan, angka pengangguran di Bumi Murakata masih tinggi dan salah satu solusinya adalah menyiapkan tenaga kerja siap pakai melalui BLK. “Ini juga cita – cita pak bupati” tutupnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





