Pejabat bersama Warga dan Komunitas bersihkan Saluran Irigasi

Teks foto Para penjabat Tapin bersama warga masyarakat turun ke saluran irigasi mengeruk lumpur dan mengangkat sampah pada gerakan irigasi bersih tahun 2025 di Taman Irigasi Tapin.(ist)(kalselpos.com)

Rantau, kalselpos.com – Menumpuknya lumpur di sertai dengan sampah di saluran irigasi Tapin, Kalimantan Selatan, Selasa pagi (12/8/2025), Di Taman Irigasi Tapin menjadi saksi langkah tak biasa sejumlah pejabat bersama warga masyarakat Tapin. Dan komunitas Peduli lingkungunga, turun langsung membersihkan lumpur dan tumpukan sampah serta gulma yang menyumbat aliran irigasi.

Semua bergotong royong pagi itu terasa hangat. Pejabat, petani, warga desa hingga komunitas peduli lingkungan tampak berbaur, memungut sampah plastik, dan mengeruk lumpur di saluran irigasi untuk diangkat ke luar.

Bacaan Lainnya

Itulah pemandangan dalam Gerakan Irigasi Bersih yang digelar Balai Wilayah Sungai Kalimantan III Banjarmasin. Kegiatan ini melibatkan lebih dari seratus peserta, mulai dari pejabat pusat dan daerah, akademisi, TNI-Polri, hingga petani dan masyarakat setempat.

Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan Kabupaten Tapin, H Syafrudin mewakili Sekda Tapin menyebutkan bahwa aksi ini bukan sekadar bersih-bersih, tetapi bagian dari strategi besar menjaga ketahanan pangan.

“Air adalah urat nadi pembangunan. Tanpa pengelolaan yang baik, pertanian, industri, dan kehidupan sosial-ekonomi akan terganggu,” ujarnya di sela kegiatan.

Berharap kegiatan ini tidak hanya dalam kegiatan menyambut kemerdekaan saja dilakukan tetapi bisa dilakukan secara berkala sebulan sekali. Sehingga saluran irigasi tetap bersih dan air tetap mengalir tanpa hambatan.

Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan III, Dedy Supriadi, mengatakan pembersihan saluran irigasi penting agar infrastruktur yang sudah dibangun tetap bermanfaat untuk generasi mendatang.

“Selain kerja bakti, kita berdialog mencari solusi bersama untuk tantangan pengelolaan irigasi di Kalimantan Selatan,” katanya.

Ketua Panitia Pelaksana, Heri Yuli Utomo, melaporkan bahwa kegiatan diikuti sekitar 117 peserta, meliputi pejabat Balai Wilayah Sungai Kalimantan III, perangkat SKPD provinsi dan kabupaten, akademisi Universitas Lambung Mangkurat, TNI-Polri, kelompok P3A, serta masyarakat setempat.

Agenda dimulai dengan pencanangan simbolis Gerakan Irigasi Bersih di daerah irigasi Tapin, dilanjutkan dengan dialog yang menghadirkan narasumber dari Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan dan Universitas Lambung Mangkurat.

Heri berharap kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni semata. “Kami ingin gerakan ini membawa dampak positif nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya.

Gerakan Irigasi Bersih ini diharapkan menjadi titik awal komitmen bersama menjaga saluran dan sungai tetap bersih, demi terwujudnya pertanian yang produktif dan berkelanjutan.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait