Martapura, kalselpos.com – Bupati Banjar Saidi Mansyur secara resmi membuka rapat koordinasi (Rakor) penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2025 untuk wilayah Kabupaten Banjar, Senin (11/8/2025) di salah satu hotel di kota Banjarbaru.
Bupati Banjar Saidi Mansyur mengatakan, bahwa pentingnya sinergitas semua pihak dalam menghadapi ancaman karhutla, mengingat wilayah Kabupaten Banjar masuk dalam kategori rawan.
Ia mengingatkan, dampak bahaya kebakaran disamping berdampak pada ekosistem darat juga mempengaruhi lintas udara, ekonomi, transportasi dan juga segi kesehatan.
Plt. Kalak BPBD Kabupaten Banjar Daryanto menyampaikan, berdasarkan data di BPBD Kabupaten Banjar hingga Agustus 2025 status kebakaran lahan di Kabupaten Banjar masih siaga, meski sejak awal Juni hingga Agustus terdata ada 165 titik api dengan luasan lahan yang terbakar lebih 40 hektar.
Disisi lain Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalimantan Selatan Bambang Dedi Mulyadi mengatakan sejak tanggal 4 Agustus 2025 Kalimantan Selatan telah berstatus siaga darurat karhutla.
“Arahan gubernur Kalimantan Selatan jelas, kita harus perkuat regulasi, tingkatkan kapasitas SDM, sediakan sarana dan prasarana penunjang dan yang terpenting memperkuat kolaborasi bersama,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi yang baik terbukti dapat menekan angka karhutla di wilayah Kalimantan Selatan pada tahun 2024 dibanding tahun 2023, kemudian tahun ini strategi mitigasi kembali dimantapkan termasuk dukungan peralatan udara.
“BNPB telah mengirim dua helikopter patroli dan dua helikopter water bombing serta satu helikopter tambahan yang akan tiba pekan depan,” pungkasnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





