Titian Kampung Hijau Ambruk! Warga terjebak dan Anak nyaris celaka

Teks foto :Titian atau jalan yang menjadi satu-satunya akses utama warga Kampung Hijau ambruk sepanjang 80 meter ke Sungai Martapura.(kalselpos.com)

BANJARMASIN, kalselpos.com – Kepanikan melanda warga kampung hijau, Kelurahan Sungai Bilu, Banjarmasin Timur, Rabu (7/8/2025) sore. Titian atau jalan yang menjadi satu-satunya akses utama warga Kampung Hijau ambruk sepanjang 80 meter ke Sungai Martapura.

Peristiwa mengagetkan itu terjadi sekitar pukul 17.00 WITA saat warga tengah bersantai. Detik-detik robohnya titian sempat terekam dalam video amatir berdurasi 15 detik yang viral di media sosial. Dalam video tersebut, tampak sebuah tiang listrik tenaga surya berdiri miring di dekat lokasi, menambah kekhawatiran akan potensi korsleting atau sengatan listrik.

Bacaan Lainnya

Rizkan Wahyudi, warga sekitar, menyebut ambruknya titian terjadi di wilayah RT 3 yang sedang dalam proses perbaikan.

“Ini jalan utama kami. Tidak ada jalur alternatif. Sekarang warga terpaksa lewat pinggiran yang tersisa, itu pun berbahaya,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Akibat insiden ini, beberapa warga tercebur ke sungai, meski beruntung tidak ada korban jiwa. Namun aktivitas warga lumpuh total, bahkan sebagian warga kini terisolasi karena rumah mereka berada tepat di depan titik ambruk.

“Beberapa rumah sekarang tidak bisa keluar sama sekali. Sementara ini, mungkin mereka harus naik jukung kalau ingin ke luar rumah. Kami sudah lapor ke Lurah dan Pemko,” lanjut Rizkan.

Hal senada disampaikan Kurniani, warga lainnya, yang mengira awalnya terjadi gempa.

“Ada suara ‘Brak’ keras sekali. Kami kira gempa, ternyata titian yang runtuh,” ungkapnya.

Kisah mendebarkan juga datang dari Abdullah, warga yang rumahnya terjebak akibat ambruknya titian. Saat kejadian, ia sedang bekerja, sementara istri dan anak-anaknya berada di rumah.

“Satu anak saya yang berumur 13 tahun sempat tercebur. Untung bisa berenang, hanya luka lecet. Tapi sekarang kami terisolasi, bahkan terpaksa mengungsi,” tuturnya sedih.

Warga berharap Pemko Banjarmasin segera bertindak cepat memperbaiki akses ini, sebelum terjadi hal-hal yang lebih buruk. Kini, Kampung Hijau tak hanya kehilangan jalan, tapi juga rasa aman.

Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Banjarmasin, Damaiyanti, membantah bahwa proyek perbaikan menjadi penyebab ambruknya titian sepanjang 68 meter.

Ia menjelaskan, pengerjaan yang dilakukan hanya memotong beton pelapis di bagian atas, bukan bagian dari struktur utama.

“Kalau dibilang imbas, sepertinya tidak. Kami hanya potong beton pelapis di bagian atas badan titian. Itu bukan bagian dari struktur awal, hanya tambahan yang mengikat ke gelagar,” tuturnya di lokasi pada Rabu (07/08/2025) petang kemarin.

Menurutnya, penyebab utama ambruknya titian adalah kondisi pondasi yang sudah menggantung sebelum proyek dimulai, ditambah beban aktivitas warga dan derasnya arus sungai.

“Titian itu memang sudah miring sebelum runtuh,” tutupnya.

Untuk mengatasi kondisi darurat, Dinas PUPR akan membangun akses sementara untuk dua rumah warga yang terisolasi total.

Ia menambahkan, ambruknya titian sepanjang hampir 80 meter ini akan berdampak pada anggaran proyek senilai Rp2 miliar yang sudah disiapkan.

Pihaknya akan mengatur ulang alokasi anggaran untuk penanganan kerusakan ini. Diketahui, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun aktivitas 15 rumah warga di RT. 03 Kampung Hijau terganggu total karena titian tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait