BANJARMASIN, kalselpos.com – Kota Banjarmasin masuk daftar 10 kota dengan biaya transportasi termahal di Indonesia. Berdasarkan data terbaru, ibukota Kalimantan Selatan ini menempati peringkat ke-9, dengan rata-rata pengeluaran transportasi warga mencapai Rp852 ribu per bulan, atau 11,09 persen dari total biaya hidup bulanan.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin, Slamet Begjo, menyebut salah satu faktor utama tingginya biaya transportasi adalah belum terintegrasinya sistem angkutan umum yang tersedia saat ini.
“Sistem angkutan belum terkoneksi, belum terintegrasi, dan pembayaran masih dilakukan terpisah untuk setiap moda angkutan,” kata Slamet.
Sebagai contoh, penumpang dari kawasan Kayu Tangi (Jalan Brigjen H. Hasan Basri) yang ingin menuju Terminal Km 6, harus transit lebih dulu di Terminal Pasar Sentra Antasari, dan membayar dua kali.
“Ketika berganti angkutan, penumpang harus bayar lagi. Inilah yang membuat transportasi kita terasa mahal dan tidak efisien,” lanjutnya.
Untuk mengatasi persoalan ini, Dishub Banjarmasin saat ini tengah menjalin koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam merancang sistem transportasi yang terintegrasi, baik dari sisi rute, armada, maupun pembayaran.
“Jika ke depan sistem pembayaran bisa disatukan, masyarakat cukup bayar sekali untuk satu perjalanan, meski harus berpindah armada. Ini tentu akan memangkas biaya dan meningkatkan efisiensi,” ungkap Slamet dengan optimis.
Saat ini, Banjarmasin memiliki empat koridor utama angkutan umum, Terminal Pasar Sentra Antasari, Terminal Km 6 Terminal Pasar Sentra Antasari, Halte RSUD Ansari Saleh Halte Teluk Tiram, Halte Sungai Andai, Terminal Pasar Sentra Antasari, Halte Mantuil.
Namun dari 17 unit armada yang tersedia, Slamet mengakui tidak semuanya dalam kondisi operasional.
“Yang aktif beroperasi saat ini lebih dari 10 unit. Sisanya rusak karena usia dan pemakaian,” tambahnya.
Pemerintah kota menargetkan penambahan jumlah koridor dan peremajaan armada ke depan, disertai sistem pembayaran yang terintegrasi untuk menarik minat masyarakat menggunakan transportasi publik.
“Minat masyarakat masih rendah. Karena itu, kami terus melakukan sosialisasi dan peningkatan layanan agar angkutan umum jadi pilihan utama warga,” pungkasnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





