Martapura, kalselpos.com– Guna meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mempercepat pembangunan sumber daya manusia di daerah, Bupati Banjar Saidi Mansyur meluncurkan sejumlah program strategis di bidang pendidikan dan kesehatan.
“Program yang siap dijalankan dinas terkait merupakan agenda besar yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas SDM dan kesehatan masyarakat Kabupaten Banjar,” ujar Saidi usai memimpin apel gabungan di halaman Kantor Bupati Banjar, Martapura, Senin (4/8) lalu.
Dalam kesempatan itu, Saidi yang didampingi Wakil Bupati Said Idrus Al Habsyi menyampaikan beberapa agenda strategis, di antaranya pelepasan Tim Waspada Rabies Kabupaten Banjar dan penandatanganan Surat Edaran Bersama tentang Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Sementara itu, di bidang pendidikan, Pemkab Banjar meluncurkan Program Tuntas Banjar atau Terobosan untuk Anak Tidak Sekolah, penerapan wajib belajar 13 tahun, pendidikan karakter, serta optimalisasi PAUD holistik integratif.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Liana Penny, menjelaskan Program Tuntas merupakan inovasi yang mengajak anak-anak putus sekolah untuk kembali menempuh pendidikan melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.
“Kolaborasi ini melibatkan pemerintah kecamatan hingga lembaga pendidikan nonformal. Mereka aktif mendata dan mengajak kembali anak-anak usia 7 hingga 21 tahun yang tidak sekolah,” katanya.
Saat ini, lanjut dia, masih ada sekitar 10 ribu anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Banjar. Dengan program ini, diharapkan jumlah ATS dapat ditekan secara bertahap dan berdampak positif terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Liana menambahkan, program ini juga mendapat dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Dinas Pendidikan untuk membantu anak dari keluarga kurang mampu agar kembali bersekolah.
Usai apel, dilakukan penandatanganan Surat Edaran Bersama tentang pendidikan karakter oleh Bunda PAUD Banjar Nurgita Tyas, Kepala Kemenag Muhammad Rofi’i, dan Kadisdik Banjar Liana Penny.
Selain itu, Forkopimda Kabupaten Banjar juga menandatangani komitmen bersama mendukung Program Tuntas Banjar, wajib belajar 13 tahun, pendidikan karakter, dan optimalisasi PAUD holistik integratif.
Sebagai bentuk apresiasi, Bupati Banjar turut menyerahkan sertifikat kepada Perumda Pasar Bauntung Batuah dan Pamong Belajar Heri Febriani dari SPNF SKB Banjar yang telah berkontribusi dalam pendataan 288 anak tidak sekolah.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





