Meningkatkan Kesiapsiagaan, Pemkot Palangka Raya tetapkan status Siaga Darurat Karhutla

Teks foto Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin.(ist)Terbitkan tgl 21 Juli 2025 Wawali Achmad Zaini tegaskan pemerintah dukung pengembangan UMKM Palangka Raya, kalselpos.com - Pemerintah Kota Palangkaraya menjadikan pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah sebagai salah satu program utama dimana salah satu bentuk keseriusan pemerintah adalah dengan penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan langsung para pelaku UMKM seperti pelaksanaan Palangka Raya Fair 2025.Hal tersebut seperti yang disampaikan Wakil Wali Kota Palangka Raya  Achmad Zaini. Disampaikanya, sebagai kegiatan tahunan Palangka Raya Fair dapat menjadi daya tarik bagi pengunjung dari dalam dan luar kota Palangka Raya yang ingin menikmati pameran produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), hiburan dan unsur budaya lokal dalam satu ruang publik. Ditambahkannya, tema Palangka Raya Fair 2025 adalah “UMKM Kuat dan Hebat, Palangka Raya Semakin Keren”, bukan sekadar slogan, tetapi merupakan cerminan arah pembangunan ekonomi Kota Palangka Raya yang bertumpu pada kekuatan ekonomi rakyat. “UMKM adalah tulang punggung ekonomi lokal. Di tengah tantangan global, UMKM terbukti tangguh, adaptif, dan inovatif. Mereka bukan hanya pelaku usaha, tetapi motor penggerak ekonomi rakyat dan penguat identitas lokal,” tegasnya. Zaini juga menyampaikan pencapaian pemerintah dalam mendukung perkembangan UMKM di antaranya, melalui penyaluran Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) kepada 1.000 pelaku usaha. Selain itu, dalam momentum Ramadan lalu, sebanyak 287 pelaku UMKM kuliner turut meramaikan kegiatan Pasar Ramadan yang menjadi ajang promosi produk lokal. “Perkembangan UMKM di Kota Palangka Raya juga menunjukkan tren positif. Hingga pertengahan 2025, jumlah UMKM aktif mencapai lebih dari 6.000 unit, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kota sebesar 23,4 persen. Sektor dominan meliputi kuliner, kerajinan tangan, fesyen, dan jasa kreatif,” kata Achmad Zaini. Wakil Wali Kota juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terus berkolaborasi memperkuat peran UMKM dalam memajukan perekonomian daerah secara berkelanjutan. Penulis:tim kalselpos/ant Editor :wandi Teks foto Wakil Wali Kota Palangka Raya  Achmad Zaini.(ist)(kalselpos.com)

Palangka Raya, kalselpos.com – Guna meningkatkan kesiapsiaga menghadapi bencana musim kemarau 2025.Pemerintah Kota Palangka Raya menerapkan status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

“Kita telah masuk dalam status siaga karhutla. Ini berarti kita harus terus waspada dan siap menghadapi segala kemungkinan, terutama mengingat musim kemarau yang sedang berlangsung,” kata Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin.

Bacaan Lainnya

 

 

Menurutnya, saat ini Kota Palangka Raya yang merupakan Ibu Kota Provinsi Kalteng memiliki risiko tinggi untuk terjadi kebakaran lahan. Terutama pada lahan tidur atau yang tidak produktif.

Untuk itu, dia meminta berbagai pihak terkait untuk memastikan persiapan dan kesiapan personel, sarana maupun prasarana, termasuk memeriksa dan mengaktifkan posko-posko penanggulangan karhutla serta memastikan bahwa sumur bor berfungsi maksimal.

 

 

Wali Kota Palangka Raya ini juga mengingatkan pentingnya koordinasi antara berbagai instansi terkait seperti BPBD, Damkar, dan relawan. Selain itu, ia juga menekankan perlunya keterlibatan aktif masyarakat dalam pencegahan karhutla.

“Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan berperan aktif dalam menjaga lingkungan. Edukasi dan sosialisasi mengenai pencegahan karhutla akan terus kami lakukan untuk memastikan semua pihak sadar akan risiko dan langkah-langkah preventif yang dapat diambil,” katanya.

 

 

 

Menurut Fairid semangat gotong royong menjadi kunci menjaga kota dari ancaman karhutla.

“Kita tidak boleh lengah. Karhutla bukan hanya urusan pemerintah atau relawan, tapi tanggung jawab kita semua,” katanya.

 

 

Penurunan curah hujan dan prediksi puncak kemarau pada Agustus oleh BMKG menandai peningkatan risiko kebakaran. Meskipun sejauh ini karhutla di Palangka Raya masih berskala kecil, namun potensi ancaman tetap harus diwaspadai sejak dini.

 

 

Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan berhati-hati terhadap hal kecil seperti membuang puntung rokok di area terbuka.

“Hal-hal kecil bisa menjadi bencana besar kalau kita abai,” katanya.

 

 

Dia juga menginstruksikan jajaran kecamatan dan kelurahan agar aktif mengedukasi warga serta memperkuat patroli dan deteksi dini di titik-titik rawan. Ia menyebut pendekatan komunitas sebagai kekuatan utama untuk pencegahan.

“Kita sudah punya tim, sudah punya sistem. Sekarang mari kita perkuat kesadaran bersama,” tandasnya.

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait