BANJARMASIN, Kalselpos.com – Isu “program cetak sawah banyak tidak dibayar” mengacu pada keluhan masyarakat terkait program perluasan lahan sawah yang dijalankan pemerintah.
Beberapa pihak melaporkan adanya masalah pembayaran yang belum tuntas kepada petani atau pihak terkait yang terlibat dalam program ini.
Terdapat laporan dari masyarakat mengenai program cetak sawah yang belum sepenuhnya dibayar, baik untuk biaya pembebasan lahan maupun pekerjaan lainnya.
Menanggapi hal tersebut, Danrem 101/Antasari, Brigjend TNI Ilham Yunus saat dihubungi kalselpos.com, Minggu (20/07/2025) menegaskan, hal ini tidak akan terjadi di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan.
“Kami sudah bekerja sama dengan pihak terkait agar bisa mewujudkan program dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Saya tegaskan kepada para instansi yang takut hal itu di Kalsel. Tidak bakalan terjadi hal sedemikian rupa,” tegas Danrem.
Jendral Bintang Satu itu menyatakan, apabila terjadi hal yang tidak mengenakkan di provinsi Kalimantan Selatan, dirinya orang pertama yang menampung keluhan itu dan melaporkannya ke Kementerian pusat.
“Jangan takut akan isu-isu yang berkembang, apabila ada pihak dirugikan laporkan kepada saya,” tegas Ilham Yunus.
Sementara itu, Kepala DPKP Provinsi Kalsel, H Syamsir Rahman mengaku optimis masih bisa menyelesaikan terget tersebut, dengan kolaborasi semua pihak.
“Kita memang perlu kerja keras untuk mencapai cetak sawah baru seluas 30 ribu hektare, karena kondisi saat cetak sawah baru terealisasi sekitar 1.500 hektare,” ujarnya usai rakor swasembada pangan di Banjarbaru, Kamis (17/7/2025) lalu.
Menurut Syamsir, untuk mencapai target seluas 30 ribu hektare cetak sawah baru di Kalsel, pihaknya akan mempercepat dengan pengawasan langsung oleh tim Khusus yang dibentuk dari semua stakeholder terkait.
“Kita bentuk tim khusus, langsung mengawasi pekerjaan di lapangan. Ini harus kita kejar bersama – sama,” ucapnya.
Syamsir sempat mengeluhkan, lambatnya pencairan anggaran dari pemerintah pusat. Diva sempat tertahan dan baru saja bisa digunakan. Itulah salah satu penyebab lambannya program Menteri Amran berjalan di Kalsel, sebutnya
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





