Dari Limbah jadi Berkah: Kompos Sapi Tabalong tembus Kaltim

Teks Foto : []istimewa TINJAU KANDANG -Anggota Komisi II DPRD Kalsel dari Fraksi PKS, Firman Yusi (dua dari kanan) saat meninjau kandang komunal Desa Jaro dan Kelompok Tani Sumber Rezeki di Desa Catur Karya, Kecamatan Haruai Kabupaten Tabalong.(kalselpos.com)

Tanjung, kalselpos.com — Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Selatan dari Fraksi PKS, Firman Yusi, mengapresiasi model kandang komunal sebagai salah satu contoh sukses pembinaan peternak sapi di Kabupaten Tabalong.

 

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikannya usai melakukan kunjungan ke Desa Jaro dan Kelompok Tani Sumber Rezeki di Desa Catur Karya, Kecamatan Haruai, pada 14 Juli 2025 lalu.

 

Dalam kunjungan tersebut, Firman Yusi di dampingi oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Tabalong.

 

Ia menyebutkan, keberadaan kandang komunal mampu mendorong efisiensi serta meningkatkan produktivitas peternak.

 

“Kandang komunal ini bukan hanya tentang berbagi lahan, tetapi juga berbagi tanggung jawab. Peternak saling mengawasi pemeliharaan ternak, memastikan pakan tersedia, menjaga kebersihan, hingga memperhatikan kesehatan hewan. Ini sangat positif,” ujar Firman Yusi, Jumat (18/7).

 

Tak hanya unggul dalam aspek pemeliharaan, kandang komunal juga berhasil mengelola produk samping seperti kotoran dan urine ternak menjadi kompos yang bernilai ekonomi tinggi. Menariknya, Dinas Perkebunan dan Peternakan Tabalong bahkan merencanakan pembelian 400 ton kompos untuk disalurkan sebagai bantuan bagi petani, khususnya petani karet.

 

“Yang luar biasa, kompos dari kandang komunal ini bukan hanya diserap pemerintah, tapi juga dijual mandiri ke perusahaan-perusahaan perkebunan, bahkan sampai ke Kalimantan Timur. Ini bukti petani bisa mandiri dan punya nilai ekonomi tinggi,” tambah Firman.

 

Menurut informasi dari lapangan, pendapatan petani dari hasil penjualan kompos dan urine ternak bisa setara atau bahkan melebihi pendapatan dari penjualan hewan ternaknya sendiri. Ini menunjukkan potensi besar sektor peternakan berbasis komunitas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

 

Firman Yusi pun berharap keberhasilan ini mendapat perhatian dan dukungan lebih luas dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

 

“Saya mendorong agar Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel ikut terlibat aktif dalam mengembangkan model ini. Potensinya besar, dan bisa direplikasi di berbagai daerah,” pungkasnya.

 

Dengan keberhasilan kandang komunal di Tabalong, diharapkan model ini bisa menjadi rujukan nasional dalam pembinaan peternak berbasis kelompok, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi pedesaan.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait