Bupati Syafrudin sampaikan KUA dan PPAS APBD 2026

Teks foto: MENYERAHKAN- Bupati HSS Syafrudin Noor menyerahkan KUA dan PPAS APBD 2026 kepada Wakil Ketua I DPRD Kabupaten HSS Husnan.(Sofan)(kalselpos.com)

Kandangan, kalselpos.com – Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) Syafrudin Noor menyampaikan rancangan kebijakan umum (KUA) dan prioritas plafon anggaran sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 dalam rapat paripurna, Senin (14/7/2025).

Dalam penyampaian KUA dan PPAS tersebut, Bupati Syafrudin Noor menjelaskan, perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten HSS 2026 mengusung tema “membangun pondasi ekonomi lokal yang tangguh dan inklusif sebagai landasan transformasi”, yang didukung dengan prioritas strategi pembangunan.

Bacaan Lainnya

Pembanunan prioritas tahun 2026 diantaranya pembangunan infrastruktur wisata, penguatan ekonomi daerah berbasis potensi lokal yang inklusif tangguh dan berkelanjutan.

Selain itu, meningkatkan taraf hidup keluarga di desa melalui pembukaan lapangan kerja padat karya serta bantuan permodalan pada sektor UMKM, dengan memperhatikan peran perempuan dalam memperoleh kesempatan ekonomi serta perlindungan hukum yang setara.

“Kita juga akan menciptakan SDM yang unggul dan berdaya saing yang berfokus pada kesetaraan akses pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi, peningkatan upaya preventif dan promotif dalam kesehatan, serta menjaga kestabilan harga pangan untuk guna menjaga daya beli,” jelas Bupati Syafrudin.

Menurut Bupati, pembangunan 2026 diproyeksi penerimaan daerah sebesar Rp1.889.784.327.629, yang terdiri pendapatan daerah tahun sebesar Rp1.571.079.731.576 dan target penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp318.704.596.053.

“Target tersebut dihitung dengan memperhatikan tren penerimaan daerah pada tiga tahun sebelumnya,” ujar Bupati Syafrudin Noor

Bupati mengatakan untuk pencapaian target kinerja pendapatan daerah, maka dilaksanakan beberapa strategi di bidang pendapatan daerah, yakni optimalisasi pajak dan retribusi daerah serta penerimaan lain-lain melalui intensifikasi dan ekstensifikasi secara selektif dan tidak berpotensi menghambat akselerasi perkembangan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kita juga melakukan optimalisasi pemanfaatan dan pengelolaan aset daerah dan pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebagai sumber penerimaan daerah,” ujar Bupati Syafrudin Noor.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait