Tanjung, kalselpos.com – Anggota DPRD Kalsel dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS), Firman Yusi, mendorong penggunaan polybag berbahan purun sebagai alternatif pengganti polybag plastik yang selama ini dipakai dalam kegiatan penghijauan.
Hal tersebut disampaikannya saat menyerahkan 150 buah polybag purun kepada Komunitas Konservasi dan Pemerhati Bantaran Sungai (Kopi Basumut) di Tanjung, Kabupaten Tabalong, Senin (7/7) kemarin.
‘Kopi Basamut’ merupakan komunitas yang aktif melakukan penanaman pohon di bantaran Sungai Tabalong dalam rangka menjaga ekosistem sungai dan lingkungan sekitar. Firman Yusi menilai penggunaan polybag plastik selama ini justru menimbulkan persoalan baru berupa sampah yang sulit terurai. Dalam banyak aktivitas konservasi, bibit tanaman digunakan untuk penghijauan seringkali masih menyisakan masalah baru berupa sampah plastik yang berasal dari polybag yang digunakan.
“Bahkan jika pohon ditanam bersama polybagnya, bahan plastik akan mencemari tanah dan menghambat pertumbuhan tanaman itu sendiri,” jelas Firman Yusi yang juga anggota Komisi II DPRD Kalsel.
Menurutnya, polybag purun memiliki keunggulan ekologis karena berbahan alami sehingga dapat terurai di dalam tanah tanpa mencemari lingkungan. Selain itu, penggunaan polybag purun juga memiliki manfaat ekonomis dengan memberdayakan pengrajin lokal.
“Bahan baku dan pengrajin purun ini sendiri menyebar di Banua seperti Kabupaten Tabalong, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, Banjar, Barito Kuala dan Tanah Laut. Jika seluruh gerakan penanaman pohon dalam Program Revolusi Hijau menggunakan bahan ini, maka keuntungan ekonomisnya akan langsung dinikmati masyarakat Kalimantan Selatan sendiri,” jelasnya.
Firman Yusi juga mengajak ‘Kopi Basamut’ untuk menjadi pelopor dalam uji coba penggunaan polybag purun pada kegiatan penanaman pohon. Ia berharap, jika hasilnya memuaskan, penggunaan polybag purun dapat didorong secara masif pada berbagai program rehabilitasi lahan, konservasi, dan penghijauan dalam kebaikan pemerintah maupun pihak swasta.
“Karena itulah saya menantang kawan-kawan ‘Kopi Basamut’ untuk menguji coba dan mempelopori penggunaan polybag purun ini. Jika hasilnya sesuai harapan, semoga penggunaannya bisa kita dorong secara massif dalam berbagai kegiatan rehabilitasi lahan, konservasi atau penghijauan,” pungkasnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





