Paringin,kalselpos.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan secara resmi menyampaikan status darurat siaga Batingsor di Bumi Sanggam resmi berakhir sejak 30 April 2025 lalu.
Berdasarkan cetatan dari BPBD Balangan bencana banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor (batingsor) di Kabupaten Balangan tidak separah tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Balangan H Rahmi mengungkapkan, sejak awal tahun hingga saat ini hanya ada tujuh kejadian banjir yang hanya kenaikan debit air sesaat di wilayah Balangan.
“Jadi kita tidak sampai mendirikan posko atau dapur umum, karena untuk kenaikan debit air di beberapa titik hanya sesaat dan paling lama cuman satu hari,” ujar H Rahmi belum lama tadi.
Menurut H Rahmi, penurunan situasi kebencanaan ini terjadi karena tidak adanya tabrakan kiriman air dari beberapa daerah dan partisipasi masyarakat yang telah diberikan pengetahuan dalam menghadapi potensi bencana batingsor.
BPBD Balangan dipastikan akan terus meningkatkan mitigasi kebencanaan dan edukasi kesiapsagaan bencana, agar Kabupaten Balangan telah siap dalam menghadapi potensi batingsor di tahun-tahun selanjutnya.
“Pantau terus perkembangan cuaca kita, karena cuaca kita kadang mengalami cuaca ekstrem, kadang juga ada pengaruh la nina dan el nino. Jadi penanganannya menyesuaikan dengan kondisi tersebut,” katanya.
Dengan berakhirnya masa siaga batingsor yang biasanya terjadi di musim hujan, BPBD Balangan bersiap mengalihkan fokus ke musim kemarau.
Diperkirakan pada akhir Juli, wilayah Balangan mulai memasuki musim kering dan akan segera menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





