BANJARMASIN, kalselpos.com – Pemerintah Kota Banjarmasin mengalokasikan anggaran hingga Rp16 miliar dalam APBD Perubahan 2025 untuk membebaskan lahan pembangunan Rumah Susun Sewa (Rusunawa).
Dana tersebut merupakan langkah awal mewujudkan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus mendukung penataan kota.
Rencananya, dua Rusunawa akan dibangun di kawasan Mantuil (Banjarmasin Selatan) dan Veteran (Banjarmasin Tengah).
Namun, prioritas utama akan difokuskan di kawasan Veteran. Selain dinilai strategis, lokasi ini juga mendukung program normalisasi sungai dan penataan kawasan kumuh di sekitarnya.
“Studi kelayakan untuk kedua lokasi telah rampung sejak tahun 2024,” ungkap Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Banjarmasin, Chandra Iriandi Wijaya.
Menurut Chandra, lahan yang dibutuhkan di masing-masing lokasi sekitar 6.000 meter persegi. Di atas lahan tersebut, akan dibangun dua menara Rusunawa yang dapat menampung antara 50 hingga 90 unit hunian.
“Setelah pembebasan lahan selesai, kami akan mengajukan proposal pembangunan ke Pemerintah Pusat. Pembangunannya ditangani pusat, sementara pemko hanya menyiapkan lahannya,” jelasnya.
Saat ini, Banjarmasin telah memiliki dua Rusunawa yang sudah beroperasi, yakni Rusunawa Ganda Magfirah di Jalan Tembus Mantuil dan Rusunawa Teluk Kelayan di tepi Sungai Martapura. Keduanya dibangun melalui kolaborasi antara Pemko dan sejumlah kementerian.
“Sebagai contoh, pembangunan Rusunawa Teluk Kelayan melibatkan banyak pihak—lahan dari Pemko, pembangunan oleh Dirjen Perumahan, penataan kawasan oleh Dirjen Permukiman, dan penanganan sempadan sungai oleh Dirjen Sumber Daya Air. Kami berharap skema serupa dapat diterapkan untuk dua Rusunawa baru ini,” tandasnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





