BANJARMASIN,kalselpos.com– Tangis haru dan senyum bahagia menyatu dalam Haflah Akhirussanah SDIT Ukhuwah 2 Banjarmasin, Sabtu, (21/6/2025), saat 178 siswa kelas 6 tahun ajaran 2024–2025 resmi dilepas dalam sebuah momen sakral dan penuh makna.

Acara yang dihadiri oleh para siswa beserta satu orang tua wali masing-masing itu menjadi simbol berakhirnya masa pendidikan dasar sekaligus awal dari perjalanan panjang menuju masa depan yang lebih gemilang.
Tak sekadar seremoni, haflah ini adalah bentuk pertanggungjawaban nyata sekolah kepada para orang tua, bahwa janji mutu dan visi misi lembaga telah tertunaikan.
“Alhamdulillah, luar biasa. Semua anak-anak kita—sebanyak 178 orang—berprestasi, masing-masing dengan keistimewaannya sendiri, baik dari sisi akhlak, akademik, maupun non-akademik,” ujar Kepala SDIT Ukhuwah 2 Banjarmasin, Ustadz Abdul Munshi.
Selama enam tahun dididik dalam nuansa keislaman dan kebersamaan, Munshi berharap para lulusan akan tetap tumbuh menjadi pribadi tangguh, berakhlak, dan mandiri, sebagaimana visi besar sekolah: berakhlak, berprestasi, mandiri dan berwawasan lingkungan.
Tak hanya guru, ia menyebut keberhasilan ini juga tak lepas dari dukungan semua pihak—orang tua, yayasan, hingga para staf pengajar dan karyawan—yang secara kolektif menciptakan ekosistem pendidikan yang positif dan penuh semangat.
“Semua harus terus bersinergi. Tidak hanya guru dan sekolah, tapi orang tua pun adalah bagian penting dalam menjaga semangat anak-anak untuk terus belajar dan berprestasi,” ucapnya.
Kepala SDIT Ukhuwah utama, Ustadz Saiful Rahman, menambahkan bahwa keberlanjutan pembinaan adalah kunci. Ia berharap siswa yang telah lulus tetap menjaga semangat ibadah, mengasah kecerdasan sosial, dan menjadi pribadi yang memberi manfaat bagi agama, bangsa, dan negara.
6 Juz, 9 Juz, dan Doa Ibu yang Tak Pernah Padam
Di tengah derai air mata, para orang tua menumpahkan rasa syukur dan bangga atas capaian anak-anak mereka. Salah satunya Larry, siswa yang telah menghafal 6 juz Al-Qur’an. Di samping ibunya, Hernida, ia menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT, guru-guru, dan terutama doa orang tua.
“Bersyukur bisa hafal 6 juz, semua karena bimbingan guru dan doa orang tua. Saya ingin jadi pilot dan tetap menjaga hafalan saya,” ungkap Larry dengan mata bersinar.
Sementara Hernida mengungkapkan rasa bahagianya yang tak terbendung. “Masya Allah, terima kasih ustadz dan ustazah. Semua anak saya sekolah di Ukhuwah, dan semua lulus dengan prestasi. Luar biasa ukhuwah ini,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Cerita serupa datang dari Naura Azra, siswi yang berhasil menghafal 9 juz. Bersama ibunya, Indah Mutia Rini, ia menyampaikan rasa bangga dan syukurnya atas pendampingan sekolah yang begitu dekat dan personal.
“Alhamdulillah, perjuangan menghafal itu tidak mudah. Tapi sepadan dengan hasilnya. Saya ingin terus membanggakan orang tua,” ujar Naura tulus.
Ibunda Naura pun menambahkan, “Di Ukhuwah ini, murid dianggap seperti anak sendiri. Kekeluargaannya sangat terasa. Terima kasih dari hati kami yang terdalam.”
Haflah, Momentum Penuh Makna
Haflah ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 6 dari tujuh kelas yang dinamai tokoh-tokoh Islam, seperti Kelas Ramlah Binti Abu Sufyan, Al Barra Bin Malik, Fatimah Binti Rasulullah, hingga Asma Binti Abu Bakar.
Metode pendidikan di SDIT Ukhuwah pun dirancang untuk memperkuat hafalan sejak dini. Para siswa mengikuti sistem pembelajaran dua sif, dengan fokus utama pada hafalan Al-Qur’an di pagi hari (juz 29-30), dilanjutkan dengan program tahfiz di sore hari.
“Dengan sistem ini, hafalan anak-anak lebih cepat dan kuat. Karena memang pelajaran utama di sini adalah menghafal Al-Qur’an,” terang Ustadz Munshi.
Dan hari itu, bukan hanya anak-anak yang diwisuda. Tapi juga harapan, cinta, dan dedikasi yang ikut diluluskan. Mereka bukan sekadar lulus dari bangku sekolah tapi telah melewati proses pembentukan jiwa, akhlak, dan semangat menuntut ilmu yang tak akan pernah selesai.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





