Paringin ,kalselpos.com – Status darurat siaga bencana banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor (Batingsor) di Kabupaten Balangan resmi berakhir sejak 30 April lalu.
Dibandingkan tahun sebelumnya, hasil penanganan batingsor di Kabupaten Balangan turun yang mana hanya ada 7 kejadian banjir yang hanya kenaikan debit air sesaat.
Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan, H Rahmi menyampaikan, bahwa bencana batingsor di Kabupaten Balangan tidak separah tahun-tahun sebelumnya.“Jadi kita tidak sampai mendirikan posko atau dapur umum, karena untuk kenaikan debit air di beberapa titik hanya sesaat dan paling lama cuman satu hari,” ujarnya, Jumat (13/6/2025).
Rahmi mengatakan, hal ini terjadi karena tidak adanya tabrakan kiriman air dari beberapa daerah dan partisipasi masyarakat yang telah diberikan pengetahuan dalam menghadapi potensi bencana batingsor.
Ke depan, BPBD Balangan akan terus meningkatkan mitigasi kebencanaan dan edukasi kesiapsagaan bencana, agar Kabupaten Balangan telah siap dalam menghadapi potensi batingsor di tahun-tahun selanjutnya.
“Tahun-tahun selanjutnya akan terus kita pantau perkembangan cuaca kita, karena cuaca kita kadang mengalami cuaca ekstrem , kadang juga ada pengaruh la nina dan el nino. Jadi penanganannya menyesuaikan dengan kondisi tersebut,” katanya.
Dengan berakhirnya masa siaga batingsor yang biasanya terjadi di musim hujan, BPBD Balangan bersiap mengalihkan fokus ke musim kemarau. Diperkirakan pada akhir Juli, wilayah Balangan mulai memasuki musim kering dan akan segera menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





