Pemko Banjarmasin ubah Gudang jadi Pusat daur ulang Sampah

Teks foto : Prosesi adat Banjar 'Tapung Tawar' mesin pencacah sampah dan syukuran Gedang di Komplek Pergudangan 88 Bumi Basirih Banjarmasin.(kalselpos.com)

BANJARMASIN,kalselpos.com – Di tengah status tanggap darurat sampah, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin mengambil langkah konkret dengan mengubah sebuah gudang di Jalan Gubernur Soebardjo menjadi pusat pengolahan dan pemilahan sampah.

Fasilitas ini menjadi bagian dari program strategis bertajuk “Banjarmasin Recycle Center”, yang digagas langsung oleh Wali Kota H. M. Yamin HR.

Bacaan Lainnya

“Inilah salah satu bentuk upaya nyata kita untuk mengatasi permasalahan sampah di Banjarmasin. Memang belum sempurna, tapi ini bukti bahwa kita tidak tinggal diam,” ujar Yamin saat menghadiri acara syukuran di Komplek Pergudangan 88 Bumi Basirih, Sabtu (31/5/2025) sore.

Yamin mengklaim penanganan sampah di kota ini terus menunjukkan tren positif. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada warga yang telah aktif memilah dan mengurangi sampah dari rumah.

“Alhamdulillah, kesadaran masyarakat mulai meningkat dan hasilnya sudah terlihat,” ucapnya.

Program ini semakin kuat dengan dukungan sektor swasta. Bank Kalsel menyerahkan alat pencacah sampahyang akan digunakan untuk mengolah sampah plastik menjadi Refuse-Derived Fuel (RDF), sumber energi alternatif.

Tak ketinggalan, DPD REI Kalimantan Selatan juga turut menyumbangkan empat unit bak amrol, guna mempermudah pengangkutan sampah dari kawasan pemukiman.

“Dengan adanya bak amrol ini, kita harapkan masyarakat lebih disiplin membuang sampah. Tinggal DLH menarik dan mengangkutnya, tidak berserakan lagi,” tambah Yamin.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Alive Yousfah Love, menjelaskan bahwa pusat pengolahan ini ditargetkan mampu menangani hingga 10 ton sampah per hari. Uji coba dilakukan selama satu tahun di dua unit gudang seluas total 600 meter persegi.

Sampah akan diangkut menggunakan dua unit mobil konvektor berkapasitas 6–7 ton, ditambah pickup. Setibanya di lokasi, sampah langsung dipilah plastik ke mesin RDF, residu menjadi pupuk, dan sisanya diolah jadi kompos. Targetnya, residu yang tersisa maksimal hanya 30 persen.

“Tiga mesin utama mendukung operasional di sini dua untuk pemilahan dan satu unit RDF. Dua mesin kami beli lewat APBD, satu lagi bantuan dari Bank Kalsel,” kata Alive.

Pusat pengolahan ini akan melibatkan sekitar 30 personel, termasuk 24 petugas lapangan, pengawas, mekanik, dan operator.

Selain pengolahan terpusat, Pemko Banjarmasin juga akan mengaktifkan dua Tempat Pengolahan Sampah (TPS) 3R di wilayah Pengambangan dan Pelambuan. Program ini merupakan bagian dari kolaborasi antara pemerintah kota dan DPRD, serta akan dilengkapi jaringan PDAM untuk mendukung operasional.

“Insya Allah, tahun ini semua rampung. Tinggal finalisasi anggaran dan infrastruktur pendukung,” pungkasnya.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait