Banjarmasin, kalselpos.com – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), H. Ardiansyah, S.Hut, meminta pemerintah pusat untuk membuat kajian khusus pengendalian banjir dan pemanfaatan sumber daya air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito.
Permintaan tersebut disampaikan ketika pihaknya melakukan konsultasi ke Direktorat Sungai dan Pantai Kementerian PUPR di Jakarta.
“Pengendalian banjir di DAS Barito sangat penting karena sungai ini melewati dua provinsi, yaitu Kalteng dan Kalsel,” ujarnya, Selasa (27/5)
Dirinya menilai kajian penanggulangan banjir penting dilakukan mengingat program tersebut bagian dari rencana menyukseskan ketahanan pangan nasional khusus di banua.
Menurut data ada sejumlah Kabupaten terdampak seperti Hulu Sungai Utara (HSU), Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Selatan (HSS), Tapin, dan Barito Kuala (Batola).
Kemudian banjir di daerah rawa Batang Banyu di beberapa Kabupaten tersebut dapat menyebabkan pemukiman warga dan lahan pertanian terendam air selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan.
“Sinergi antara Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Kabupaten serta partisipasi masyarakat sangat diperlukan untuk pengendalian banjir dan pemanfaatan lahan maupun sumber daya air,” harap politisi PKS ini.
Ardiansyah berharap dengan adanya kajian khusus dari Kementerian PUPR bisa mendapatkan solusi efektif dan terbaik dalam menanggulangi banjir serta memanfaatkan sumber daya air di DAS Barito, karena korelasinya jelas demi mewujudkan ketahanan pangan berimplikasi terhadap kesejahteraan rakyat.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





