BANJARMASIN, kalselpos.com – Warga Kampung Hijau, Kelurahan Sungai Bilu, Kecamatan Banjarmasin Timur, kini hidup dalam bayang-bayang bahaya.
Jalan titian sepanjang kurang lebih 100 meter yang menjadi akses utama warga kian hari kian miring, amblas, dan licin akibat genangan air sungai. Tak hanya sulit dan jauh dari nyaman, kondisi jalan dengan kontruksi kayu ini, bisa saja mengancam keselamatan.
Mirisnya lagi, jalan ini telah dua tahun dibiarkan tanpa perbaikan, meski pemerintah setempat sebelumnya sempat berjanji akan menanganinya.
Ketua RT 02, Miftahul Arifin, mengungkapkan kekhawatiran yang semakin memuncak.
“Jalannya makin curam. Banyak warga tergelincir. Motor dan sepeda pun harus ekstra hati-hati. Ini jalan utama warga pinggir sungai, bukan jalur alternatif, ” keluhnya, Selasa (20/5/2025).
Meski dinas terkait sempat turun memantau, hasilnya masih nol besar.
“Sudah dipantau, tapi tak ada realisasi. Hanya janji-janji saja,” tambah Arifin dengan nada kecewa.
Senada dengan itu, Muhammad Gardiansyah, warga yang setiap hari melewati jalur tersebut, juga menyampaikan keluhannya.
“Sudah dua kali Lebaran lewat, jalan tetap miring begini. Anak-anak sekolah sampai takut lewat sini,” ujarnya.
Ia bahkan menyebut pejabat dari Pemko Banjarmasin sempat meninjau lokasi belum lama ini.
“Ada yang datang, tapi cuma lihat-lihat. Habis itu hilang tanpa kabar. Padahal kami hanya minta perbaiki bagian yang paling rawan,” tuturnya.
Jalan kayu yang basah dan berlumut kerap membuat warga terpeleset, bahkan beberapa sampai tercebur ke sungai. Untungnya belum ada korban jiwa, tapi risiko terus mengintai.
Warga mendesak agar pemerintah segera bertindak, sebelum ada korban nyawa melayang.
“Ini bukan lagi soal kenyamanan, tapi sudah menyangkut keselamatan nyawa, ” tutupnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





