Rantau,kalselpos.com– Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 di Kabupaten Tapin berlangsung sederhana namun penuh makna. Upacara digelar di halaman kantor Setda Tapin, Kamis (8/5), menjadi ajang refleksi tentang pentingnya pendidikan sebagai pilar kemajuan bangsa.
Bupati Tapin H Yamani yang memimpin jalannya upacara Hardiknas.
Sementara peserta upacara para pelajar berpakaian adat Nusantara, Dewan Guru Dan ASN Lingkungan Pemkab Tapin.
Bupati H Yamani dalam amanatnya menegaskan, peringatan Hardiknas yang digelar dengan upacara bukan sekadar kegiatan simbolik tahunan, namun untuk kita mengenang para pejuang tokoh pendidikan nasional dalam mencerdaskan bangsa di seluruh tanah air.
Menurutnya, ini adalah waktu yang tepat untuk mengenang pemikiran Ki Hajar Dewantara, tokoh pendidikan nasional yang meletakkan dasar bahwa pendidikan adalah jalan pembebasan, pencerdasan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Pendidikan tak hanya menjadi urusan sekolah dan guru. Semua pihak harus terlibat—orang tua, tokoh masyarakat, dunia usaha, media, dan tentu saja pemerintah,”jelasnya
Ia menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan bermutu.
Tahun ini, pemerintah mengusung tema Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Sebuah ajakan agar pembangunan pendidikan tak berjalan sendiri, melainkan didorong oleh kolaborasi lintas sektor.
Dalam pesannya kepada para pelajar, Bupati Yamani berpesan agar mereka tak takut bermimpi besar.
“Kalian adalah penentu masa depan Tapin, Kalimantan Selatan, dan Indonesia. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, jadilah pelajar yang berilmu, berakhlak, dan peduli.”ungkapnya.
Upacara ini turut dihadiri berbagai unsur Forkopimda, pimpinan lembaga daerah, perwakilan guru, dan organisasi pendidikan seperti BPMP Provinsi Kalsel, MKKS, IGTKI, hingga sekitar 3.000 guru dari seluruh kecamatan.
Kepala Dinas Pendidikan Tapin, Irnawati, yang bertugas sebagai perwira upacara, menyampaikan bahwa momentum ini menjadi pemantik semangat bagi para guru dan tenaga pendidikan di daerah untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
“Semangat Ki Hajar Dewantara harus terus kita hidupkan, terutama dalam upaya menciptakan pendidikan yang merata dan bermutu,” kata Irnawati.
Upacara ditutup dengan harapan agar pendidikan di Tapin tidak hanya maju dalam angka, tetapi juga membentuk karakter dan daya saing generasi muda.
Diakhir upacara melakukan penandatangan komitmen bersama dukungan kegiatan penyelenggaraan sistem penerimaan murid baru transfaran, objektif dan akuntabel serta penyerahan bantuan dana pendidikan untuk siswa dari BAZNAS Tapin.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





