BANJARMASIN,kalselpos.com – Proyek pembangunan dan revitalisasi di kawasan Sungai Veteran Banjarmasin menuai kritikan pedas dari seorang tokoh di kota itu, dikhawatirkan proyek tersebut justru membuat jalur sungai yang ada menjadi semput dan tidak berfungsi maksimal.
Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Muhammad Isnaini menegaskan, kritik terhadap proyek revitalisasi Sungai yang disampaikan tersebut adalah sebuah aspirasi masyarakat.
“Kritikan ini adalah aspirasi masyarakat yang harus direspons, karena setiap orang berhak memiliki pandangan lain yang baik, terhadap proses pembangunan yang sedang berjalan atau dilaksanakan,” ujarnya.
Pihak DPRD Banjarmasin jelasnya, sudah mempertemukan langsung warga bersangkutan dengan instansi terkait yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin.
“Jadi apa yang disampaikan saudara Anang Rosadi itu adalah uneg-uneg masyarakat, dan hal itu wajar dilakukan dengan tujuan mendukung pembangunan,” katanya.
Disisi lain jelas Isnaini, sosialisasi proyek ini telah lama dilakukan oleh Pemko Banjarmasin, dan masyarakat sudah mengetahui adanya pembebasan lahan dalam proyek revitalisasi Sungai Veteran.
Diketahui, Kamis (20/3/2025), seorang tokoh masyarakat Kota Banjarmasin, Anang Rosadi, mendatangi DPRD Banjarmasin untuk mengkritik proyek revitalisasi Sungai Veteran yang dibiayai asing dan dikerjakan Balai Wilayah Sungai Kalimantan III.
Dalam proyek tahun jamak itu, direncanakan alur Sungai Veteran nantinya akan digeser ke tengah, dengan diapit oleh jalan.
Anang khawatir, dampaknya anak Sungai Martapura itu menyempit, bukan malah melebar seperti yang dikatakan Pemko dan kontraktor.
“Seharusnya justru diperlebar, bukan malah dipersempit. Dan itu juga melanggar Perda Nomor 31 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Sungai,” katanya.
Menanggapi itu, Kepala PUPR Banjarmasin Suri Sudarmadiyah mengatakan, penetapan lebar sungai itu tidak asal-asalan.
Dijelaskannya, berdasarkan data hidrologi, dengan dimensi lebar 8 meter dan kedalaman 3-4 meter, sudah mampu menampung debit pasang surut sungai dan impasan air permukaan.
“Lebar dan kedalaman itu akan dipertahankan sepanjang 3,4 kilometer dari Kelenteng Soetji Nurani sampai Sungai Gardu,” ungkapnya.
Kemudian, pembangunan jalan baru di samping sungai juga akan menghilangkan jembatan-jembatan yang selama ini melintang di atas sungai.
Ke depan, hanya tersisa jembatan penghubung ke Jalan Simpang Ulin, Pasar Batuah, Jalan Gatot Subroto, dan Jalan Pramuka.
“Nanti di kawasan itu hanya akan lima jembatan saja, karena masyarakat sudah difasilitasi dengan jalan inspeksi,” terangnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





