Tanjung, kalselpos.com – Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Tabalong. Marolob Tua Manik Raja, bocah berusia 6 tahun, ditemukan tak bernyawa di semak-semak Desa Lingsir, Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan, pada Jumat (21/3/2025).
Jasadnya ditemukan dalam kondisi membusuk, menyisakan luka menganga di hati keluarga dan masyarakat.
Kisah tragis ini bermula pada Senin (17/3/2025), saat Rinik (39), ibu tiri korban, melaporkan kehilangan anaknya.
Marolob terakhir terlihat bermain di samping rumahnya di Jalan Trans Kalsel-Kaltim (Gunung Batu), Kelurahan Mabuun, Kecamatan Murung Pudak, Tabalong. Setelah disuruh masuk untuk tidur siang, bocah malang itu menghilang tanpa jejak.
Pencarian yang dilakukan keluarga dan warga sekitar tak membuahkan hasil.
Namun, titik terang mulai muncul pada Jumat (21/3/2025), saat EA alias Risco (31), karyawan bengkel milik ayah korban,
kembali ke rumah duka. Gelagatnya yang mencurigakan memicu kecurigaan ayah korban, yang segera melaporkan hal ini ke Polres Tabalong.
“Begitu menerima laporan, kami langsung bergerak cepat. Dipimpin oleh Kapolsek Murung Pudak, kami mengamankan pelaku untuk dimintai keterangan,” ungkap PS Kasi Humas Polres Tabalong, Iptu Joko Sutrisno.
Dalam pemeriksaan intensif, EA warga Desa Munjung Kecamatan Batu Mandi Balangan itu
akhirnya mengakui perbuatannya. Ia mengaku marah karena tidurnya terganggu oleh suara korban, lalu tega menampar dan mencekik bocah tak berdaya itu hingga tewas.
Untuk menghilangkan jejak, pelaku memasukkan jasad korban ke dalam karung dan membuangnya di semak-semak wilayah Balangan.
Pengakuan pelaku mengantarkan tim Satreskrim Polres Tabalong, yang berkoordinasi dengan Polres Balangan, ke lokasi pembuangan jasad korban.
Bungkusan karung berisi jasad Marolob ditemukan di lereng semak-semak Desa Lingsir, sekitar tiga meter dari jalan raya.
Hasil pemeriksaan medis di RSUD Badarudin Kasim Maburai menunjukkan kondisi jasad korban yang memprihatinkan. Pembusukan parah dan luka serius, termasuk tengkorak kepala yang pecah, menjadi bukti betapa brutalnya aksi pelaku.
Autopsi lebih lanjut akan dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Kapolres Tabalong, AKBP Wahyu Ismoyo J., S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla, melalui PS Kasi Humas Iptu Joko Sutrisno, menyampaikan keprihatinannya yang mendalam atas kejadian ini. “Ini adalah tragedi yang sangat menyedihkan. Kami akan memastikan pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





