Kandangan, kalselpos.com– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Selatan (HSS) bersama Balai Wilayah Sungai Kalimantan III, meninjau lokasi Sungai Amandit Lama dan Sungai Amandit Baru yang rencananya akan normalisasi untuk mengatasi pendangkalan.
Peninjau tersebut sebagai tindak lanjut dari hasil Forum Konsultasi Publik pembahasan rencana awal Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2025-2029.
Dalam peninjauan tersebut, Tim Balai Wilayah Sungai Kalimantan III, Kepala Dinas PUTR Kabupaten HSS Teddy Soetedjo, didampingi Dinas Pertanian, Camat Kalumpang, Kepala Desa Karang Bulan dan Kepala Desa Balimau, melakukan pemetaan kondisi sungai dan membahas langkah-langkah strategis yang bisa segera diterapkan.
Kolaborasi antara Pemerintah Daerah, instansi terkait dan masyarakat sangat diperlukan, agar pengerukan bisa segera dilakukan demi mengembalikan fungsi sungai secara optimal.
Sungai Amandit Lama dan Sungai Amandit Baru memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat, khususnya dalam sektor pertanian dan perkebunan.
Dengan upaya normalisasi yang tepat, diharapkan bisa mencegah banjir dan genangan air, sehingga lahan pertanian bisa kembali dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.
Bupati HSS Syafrudin Noor, mengatakan optimisnya dengan normalisasi atau pengerukan Sungai Amandit Lama dan Sungai Amandit Baru bisa mendongkrak produktivitas pertanian.
Saat ini, kata Bupati, kondisi sungai yang ada saat ini memang mengalami pendangkalan yang berdampak terjadinya genangan air di lahan pertanian dan perkebunan, seperti di beberapa desa di Kecamatan Kalumpang dan Kecamatan Simpur.
“Genangan air tersebut mengakibatkan lahan pertanian yang seharusnya dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujar Bupati Syafrudin.
Untuk mengatasi masalah tersebut, kata Bupati, Sungai Amandit Lama dan Sungai Amandit Baru perlu dinormaliasi melalui pengerukan, karena kondisi sungai sudah lama dangkal.
“Semoga dengan normalisasi aliran Sungai Amandit Lama dan Sungai Baru menjadi lancar, sehingga petani bisa kembali bercocok tanam,” ujar Bupati Syafrudin.
Selain itu, kata Bupati, Pemkab HSS mengusulkan kembali kepada Pemerintah Pusat untuk meninggikan bendungan Sungai Amandit, yang saat ini mampu menahan debit air yang masuk, sehingga saluran sekunder dan tersier yang dibuat belum optimal pemanfaatannya
“Jika bendungan Sungai Amandit sudah ditinggikan, maka saluran saluran sekunder dan tersier yang telah dibangun dapat dioptimal untuk mengalirkan lahan-lahan pertanian,” ujar Bupati HSS Syafrudin.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





