Banjarmasin, Kalselpos.com – Puluhan dosen perguruan tinggi di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar aksi menuntut kejelasan Tunjangan kinerja (Tukin) yang tidak dibayar selama 4 tahun, Senin (3/1/2025) pagi.
Aksi digelar di depan General Buildin Library Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Banjarmasin itu diinisiasi oleh Aliansi Dosen ASN Kemndiktisaintik Seluruh Indonesia (ADAKSI) Korwil Kalimantan.
Aksi solidaritas bertajuk “Bayar Hutang Tukin Dosen ASN 2020-2024 Untuk Semua Kluster! #TukinForAll
Para dosen di bawah Kementrian Pendidikan Tinggi ini mengaku, Tunjangan Kinerja mereka tidak dibayar sejak aturan Tukin terbit tahun 2020 hingga akhir 2024.
Dari pantauan para dosen laki-laki dan perempuan yang ikut aksi sebagian besar mengenakan pakaian putih.
Di halaman Buildin ULM mereka membuka aksi dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian di lanjut doa bersama dan penyampaian pernyataan sikap.
Mereka juga membentangkan spanduk berisi tilisan “Kemdiktisaintik Jangan Koler Bayar Hutang Tunjangan Kinerja Untuk Dosesn 2020- 2024”
Kemudian poster bertuliskan “Negara Berhutang! Lunasi Tukin Dosen”, “Tukin Harga Mati”, “No Tukin No Good Service No Good Education”,
Koordinator aksi,nJianti Putri Utama menyampaikan tiga tuntutan terkait Tukin mereka yang belum dibayarkan oleh pemerintah.
Pertama, mereka menuntut adanya rapelan atau pembayaran langsung Tukin yang tidak dibayarkan sejak tahun 2020 sampai dengan 2024.
Kemudian menuntut agar pembayaran Tukin untuk semua dosen ASN tanpa adanya pembeda antara Satker, BLU, PTBH dan lainnya.
“Tuntutan ketiga, tidak ada pasal selisih antara pemberian tukin dan serdos,” kata Jianti.
Koordinator Adaksi Korwil Kalimantan ini mengatakan, aksi menuntut pembayaran tukin pada hari ini tak hanya dilaksanakan di Kalsel, tetapi aksi yang sama juga dilakuakan dan berpusat di Istana Negara Jakarta.
Aksi gabungan dosen ULM dan Poliban Banjarmasin yang tegeabung dalam ADAKSI Korwil Kalimantan itu berjalan secara damai, dan sekitar pukul 10.30 Wita para dosen membubarkan diri.





