Damkar HSU Selamatkan Spesies Primata Kalsel

Teks foto :  Anggota Damkar HSU Edy Saputra melakukan pemberian susu kepada anak bekantan dari hasil rescue. (ist)(kalselpos.com)

Amuntai, kalselpos.com – Seekor anak bekantan terdiam lemas lantaran terjatuh dari gendungan induknya.

 

Bacaan Lainnya

Penemuan hewan endemik pulau Kalimantan ini berlokasi di area perkebunan Desa Teluk Sarikat, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Ahad (2/2/2025) pukul 18.00 Wita.

 

“Anggota kita mendapati seekor anak bekantan berjenis kelamin betina dalam keadaan kondisi kurang sehat,” kata Kabid Linmas dan Damkar H Barkat Syahrul mewakili Kasat Pol PP dan Damkar HSU Asikin Noor, Senin (3/2/2025).

 

Penyelamatan ini bermula adanya laporan masyarakat melalui Call Center Damkar HSU mengenai adanya anak bekantan terjatuh di area perkebunan.

 

Warga yang menyaksikan jatuhnya anak bekantan itu mencoba memeriksa hewan tersebut. Namun induknya hanya diam lalu pergi meninggalkan. Warga yang mengetahui bekantan hewan dilindungi mencoba menghubungi pihak Damkar melalui Call Center.

 

“Usai mendapat informasi, anggota bersiap dan meluncur kelokasi dengan membawa kandang,” kata H Barkat.

 

Tiba di lokasi, anggota yang bertugas melihat hewan itu hanya terdiam agak lemas, lalu mendiamkan anak bekantan ini tetap dilokasi dengan harapan dijemput induknya.

 

Namun harapan itu pupus, sebab hingga gelap induknya tidak menjeput, merasa khwatir dengan kondisi bekantan itu, anggota kemudian memutuskan membawanya ke Mako Damkar HSU, lalu melakukan pemeriksaan.

 

“Dari pemeriksaan anggota, anak bekantan itu mengalami luka kecil di bagian bawah dagu, diduga luka tersebut karena benturan akibat terjatuh,” ucapnya.

 

Sementara Inspektur Muda Damkar HSU Edy Saputra menambahkan, untuk memulihkan kondisi anak bekantan ini pihaknya memberikan susu untuk hewan, dan memberikan makanan berupa sayuran kalakai.

 

Pagi harinya lalu dilakukan pengecekan kembali dan dilihat kondisinya sudah mulai membaik dibanding awal penemuan.

 

Untuk tindakan lebih lanjut, bekantan ini akan diserahkan kepada Badan Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Kalsel.

 

“Kita sudah menghubungi pihak BKSDA, karena merak lebih tahu langkah-langkah yang harus dilakukan,” pungkasnya.

 

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait