732 lebih Lahan Pertanian di Banua terendam Banjir

Banjarmasin, Kalselpos.com – Mengantisipasi dampak gagal panen padi akibat banjir yang terjadi di kabupaten / kota di Kalsel, maka diperlukan upaya starategis dan komprehensif, di antaranya pemberian bibit atau benih bagi petani agar bisa bercocok tanam kembali. Upaya ini untuk menjaga ketahanan pangan bisa terjaga dengan baik.

“Ya inikan menjadi masalah bersama, setidaknya pasca banjir perlu upaya penanganan terutama di sektor pertanian, ” ucap anggota Komisi II DPRD Kalsel, Adrizal Rabu(29/1) siang.

Bacaan Lainnya

Dari informasi yang didapat, konsistensi Pemprov Kalsel dalam mitigasi bantuan benih pasca banjir di sektor pertanian sangat diapresiasi dan saat ini upaya pendataan tengah dilakukan dengan menghitung sawah yang terendam, apalagi ketinggian air cukup lama karena intensitas curah hujan tinggi.

“Setidaknya usaha atau pekerjaan masyarakat sebagai petani bisa beraktivitas kembali, ini harus menjadi perhatian, ” harap politisi PAN tersebut.

Menurut dia, kemungkinan besar banjir di awal tahun ini, merendam 21 ribu rumah termasuk 732 hektare lebih lahan pertanian, mengalami nasib serupa atau sebanyak 44.853,5 kilo (44,85 ton) persemaian padi petani terdampak langsung. “Ini menjadi tantangan ke depan dalam memenuhi pangan masyarakat di Banua,’ tegas Adrizal.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait