BANJARMASIN, Kalselpos.com – Wacana perubahan kurikulum baru merebak, seiring menjabatnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti.
Terlebih, Mendikdasmen, Abdul Mu’ti pernah membeberkan sedikit gambaran mengenai kurikulum baru yang akan ia terapkan di Indonesia kedepannya rencananya berkonsep “Deep Learning”.
Deep learning atau biasa disebut dengan “Pembelajaran Mendalam” adalah bagian dari kecerdasan buatan yang berfokus pada model pembelajaran berlapis yang dapat memproses data kompleks.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan tentu menteri baru dalam barisan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sudah berpengalaman khususnya di bidang pendidikan.
Namun menurut Ibnu, sebelum diputuskan maka perlu mempertimbangkan terlebih dahulu. Meski selama ini Kurikulum Merdeka banyak menuai polemik di tengah masyarakat.
“Paling penting jangan diganti-ganti juga apabila ganti menteri. Alangkah baiknya, apa yang sudah bagus dilanjutkan, tapi kalau kurang ya diperbaiki lagi,” ucap Ibnu.
Hal senada juga disampaikan Ibnu pada wacana penghapusan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berbasis zonasi yang merupakan instruksi langsung dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Jika diganti belum tentu lebih dari kebijakan sebelumnya. Jadi lebih baik diperbaiki dan dilakukan penyesuaian,” kata Ibnu.
Sementara itu, Guru SDN Kelayan Selatan 1, Ismi tak menampik penerapan kurikulum merdeka oleh guru pada siswa dirasa cukup sulit.
“Perlu penyesuaian dan proses untuk kurikulum merdeka ini agar bisa diserap para siswa,” kata Ismi.
Mengenai isu kurikulum baru, tentunya ia berharap akan sesuai yang diharapkan agar bisa terlaksana dengan baik.
“Mudah-mudahan kalau memang ada pergantian kurikulum itu bisa diimplementasikan dengan baik nanti,” pungkasnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





