Banjarmasin, kalselpos.com – Anggota Komisi I DPRD Kalsel, Rudini Aidi Salman berpendapat Pemda harus bisa secara intens melakukan kerjasama dengan pihak luar negeri (LN), dengan memaksimalkan hubungan diplomatik dengan sejumlah negara.
Tujuan utamanya, yaitu pengentasan kemiskinan, menghidupkan perekonomian hingga kerja sama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi atau Sumber Daya Manusia (SDM) di Banua.
Sejauh ini, daerah memiliki kekayaan alam sebagai penopang kesejahteraan itu. Misalnya saja pertanian, perkebunan, perikanan, termasuk esensi di dalamnya, agar mendapatkan perlindungan di situasi darurat.
“Negara kita banyak menjalin hubungan diplomatik dengan negara luar, baik sektor perdagangan, militer, pengetahuan, teknologi, kesehatan hingga pembangunan. Hal ini menjadi syarat mutlak dan itu telah kita penuhi, ” kata Rudini Aidi Salman, Kamis (19/12).
Melihat sejumlah daerah melakukan bentuk kerjasama tersebut, misalnya saja Kota Surabaya yangbtengah menjajaki kerjasama dengan Australia terkait ekonomi, wisata hingga pendidikan.
Pemda Jawa Barat dengan pihak Cholanamdo (Republik Korea) dalam bidang perikanan, Kota Surakarta dengan Xi’an (China) dan Kota Semarang dengan Brisbane (Australia), Fuzhou (China) serta Junggu Ulsan (Korea Selatan).
“Kami berharap mengurangi konsistensi terhadap batubara dan mulai melirik potensi lain, menjadi opsi yang bisa ditawarkan, ” harap politisi NasDem ini.
Diakui, kerja sama luar negeri dan daerah, dilakukan oleh pemerintah daerah dengan pihak luar negeri, seperti pemda asing, organisasi Internasional, LSM asing, atau badan swasta asing.
Kerja sama tersebut dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, seperti sister city, sister province, atau kerja sama dengan badan swasta asing, demikian Rudini Aidi Salman.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





