Lindungi Guru, hindari Kesewenang-wenangan dan Kekerasan

Teks Foto : Anggota Komisi IV DPRD Kalsel, Rudini Aidi Salman (kalselpos.com)

Banjarmasin,kalselpos.com – Anggota Komisi IV DPRD Kalsel, Rudini Aidi Salman mengaku geram dan mengutuk keras adanya aksi main hakim sendiri bagi siapa saja terhadap para tenaga pendidik atau guru.

Jika nantinya ada dugaan kekerasan terhadap peserta didik yang dinilai tidak wajar jauh dari hukuman pola pendidikan, maka hal itu harus bisa dibuktikan terlebih dahulu. Jangan sampai langsung main lapor ke aparat penegak hukum, apalagi menyalahkan atas dasar satu sudut pandang saja,

Bacaan Lainnya

“Kami mengaku miris sekali jika ada kasus demikian, apalagi guru berstatus honorer, ” ujar Rudini, Rabu (29/10) kemarin.

Ia menuturkan, banyak pertimbangan jika ada kasus demikian, setidaknya ada upaya mediasi untuk menemukan titik temu.

Jika tidak tak perlu, juga harus meminta ganti rugi dalam bentuk uang. “Itu sama saja dengan pemerasan, karena kita tahu insentif atau gajih honorer tidaklah besar, bahkan masih jauh dari kata layak
Tapi setidaknya bisa menghargai profesi seorang guru demi mencerdaskan bangsa,” ucapnya.

“Saya berharap hal serupa tidak terjadi di Banua, kejadian di daerah lain bisa dijadikan pelajaran berharga bagi kita semua, ” harapnya.

Politisi NasDem ini mengajak seluruh masyarakat, wali murid, orang tua peserta didik, agar bisa menghargai satu sama lain, hingga bisa beradaptasi, bersosialisasi dengan baik. Semoga tidak ada kasus serupa, baik kekerasan, bulliying di sekolah hingga diskriminasi terhadap tenaga pendidik, demikian Rudini Aidi Salman.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait