Dayak Kalimantan Kecewa terhadap Pemerintah Pusat

Teks Foto : Bujino A Salan SH MH(kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com – Pasca diumumkannya susunan kabinet ‘merah putih’ Prabowo – Gibran, tidak ada satupun perwakilan dilirik dari Suku Dayak untuk diberikan kepercayaan sebagai salah seorang menteri, wakil menteri maupun jabatan strategis lainnya.

 

Bacaan Lainnya

Hal ini bentuk indikasi keberadaan Dayak di Nusantara terpinggirkan (tersisih), bahkan tidak diperhitungkan secara geopolitik dan aspek kebijakan.

 

“Kami menyayangkan saja satu orang pun tidak ada orang Dayak menjadi menteri atau jabatan lainnya, ” kata Ketua DIO Kaukus Kalsel, Advokat.Bujino A Salan SH MH, Jumat (25/10) kemarin, di Banjarmasin.

 

Di sisi lain perpindahan IKN ke Kalimantan Timur (Kaltim) disadari atau tidak, menjadi salah satu faktor pengusik kegelisahan masyarakat Dayak, bahkan tidak sedikit beralih tempat tinggal.

 

Padahal secara etika suku Dayak Kalimantan, tidak pernah mehalangi atau menentang keras proyek pembangunan IKN.

 

“Kontribusi terhadap IKN sendiri masyarakat Dayak tidak pernah dilibatkan, namun secara personal mereka memakluminya, ” tambahnya

 

Karenanya, Bujino mempertanyakan kontribusi nyata terhadap IKN, padahal seharusnya masyarakat Dayak sendiri bisa dilibatkan secara profesional.

 

 

 

Sebab secara kultural, pengetahuan mereka sudah berfikir modern, bahkan kualitas SDM bisa dipertanggungjawabkan.

Selain itu dalam kehidupan sehari-hari sangat menjunjung tinggi stabilitas kerukunan kekeluargaan, adat, tradisi dan budaya, baik yang menetap di pegunungan, pedalaman, hingga di perkotaan

 

“Ada rasa kecewa dan ketidakadilan dalam bentuk perlakuan serta perhatian pemerintah, ” imbuh Bujino

 

Dipenghujung curhatannya, dia mengaku masih tunggu kelanjutan keputusan musyawarah bangsa Dayak Kalimantan, apakah mendukung pembangunan IKN atau mencabut dukungan IKN, karena jauh dari kesan penghargaan pemerintah pusat terhadap penduduk asli Kalimantan.

 

“Kami berikrar menggugat ketertinggalan dan rasa ketidakadilan selama, ini terlebih Kalimantan sumber penyumbang dewasa ke pemerintah pusat, baik sektor pertambangan, perkebunan, pertanian, sawit, hasil alam, hasil hutan dan lain-lain, demikian Bujino A Salan.

 

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait