BANJARMASIN, kalselpos.com – 10 kelurahan di Kota Banjarmasin mendeklarasikan stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) berlangsung di Lobby Balai Kota Banjarmasin, Selasa (1/10/2025).
Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina mengatakan deklarasi ini menjadi upaya Kota Banjarmasin menuju Kota Sehat dengan target 80 persen Open Defecation Free (ODF).
“Upayanya kita menghilangkan jamban yang ada di pinggir sungai. Kemudian toiletnya diganti komunal atau menggunakan inovasi suberwakat,” ucap Ibnu Sina, kepada wartawan Kalselpos.com.
Mengingat sebelumnya, sudah ada 22 kelurahan di Kota Seribu Sungai yang mendeklarasikan stop BABS tersebut.
Inovasi baru itu cukup efesien dan harganya sangat terjangkau hingga bisa menjadi pilihan masyarakat dan atasi persoalan jamban yang tidak sehat.
Di samping itu, pentingnya kesadaran masyarakat sendiri untuk tidak lagi BABS terutama di sungai yang memang sudah jadi kebiasaan.
“Makanya kita hilangkan jamban apung agar warga tidak lagi menggunakan hingga mereka harus memiliki WC yang sehat dan sesuai standar di rumah,” katanya.
Opsi sederhana lainnya lanjutnya, bisa menjadi pelanggan Perumda PALD tentunya sangat aman dan sehat.
“Ini pernah kita lakukan di Kelurahan Tanjung Pagar yang di pinggir Sungai Pemurus itu ternyata bisa menggunakan pipa dengan gravitasi dari rumah-rumah yang ada bisa ternyata. Untuk skala komunal bisa terutama di rumah pinggir sungai,” jelasnya.
Beralihnya penggunaan jamban apung ke WC sehat yang sesuai standar terus dilakukan pihaknya di tengah masyarakat.
“Ini menjadi tantangan kita terutama di kawasan kumuh. Tapi penggunaan sekarang sudah berkurang,” katanya.
Diungkapkannya ada 10 kelurahan lagi yang akan mendeklarasikan stop BABS untuk bisa mengejar target ODF 80 persen
“Sekarang ini sudah ada 32 kelurahan tinggal 10 kelurahan lagi untuk bisa 80 persen. Targetnya Desember nanti dan 10 ini berat ya memang harus ada dukungan semua pihak,” akhirnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, Tabiun Huda menuturkan persentase ODF di Kota Banjarmasin sebelumnya hanya 42 persen dan sekarang menjadi 64,5 persen seiring penambahan 10 kelurahan terbaru.
“Mudah-mudahan di bulan November nanti kita bisa deklarasikan 10 kelurahan lagi agar bisa capai target Kota Sehat 80 persen,” tutur Tabiun.
Lebih lanjut, Tabiun menjelaskan 10 kelurahan yang baru deklarasikan sudah 100 persen menerapkan stop BABS dan jamban apung di bantaran sungai telah dimodifikasi menjadi jamban sehat yang sesuai standar agar bisa digunakan warga.
Tentunya selama ini, kelurahan yang telah mendeklarasikan stop BABS kebanyakan memang dari inisiatif warga sendiri.
“Makanya kita mendorong mereka untuk mandiri, tapi dari Wali Kota Banjarmasin ada rencana memberikan bahan untuk membuat jamban sehat,” tandasnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





