Pemkab HSU Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Teks foto: Peringatan Maulid Nabi Muhammad 1446 H yang dilaksanakan Pemkab di HSU di Masjid Agung Amuntai. (prokopim) (kalselpos.com)

Amuntai, kalselpos.com – Pemerintah Kabupaten HSU menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H di Masjid Agung At Taqwa Amuntai, Senin (30/9/2024).

Peringatan maulid, dihadiri Pj. Bupati HSU Zakly Asswan beserta Ketua TP PKK HSU, Sekretaris Daerah HSU Adi Lesmana, beserta Ketua DWP HSU, Forkopimda HSU, Kemenag, MUI, Para Kepala SKPD dan karyawan karyawati lingkup Pemkab HSU, serta Jamaah Masjid Agung Amuntai dan jamaah majelis Dzikir At Ta’awun Desa Tapus Dalam.

Bacaan Lainnya

Tema yang diangkat, Meneladani sunnah, menguatkan silaturahmi, meraih ridho ilahi, dengan menghadirkan penceramah Ustadz H. Ubaidillah Ali pendiri dan pengasuh ponpes At Tathir dan Majelis Dzikir At Ta’awun Desa Tapus Dalam.

Pj Bupati HSU, Zakly Asswan mengajak semua masyarakat untuk menjadikan momen maulid nabi sebagai sarana refleksi diri, khususnya seberapa jauh mencintai Nabi Muhammad SAW dan menjadikannya sebagai imam atau panutan, dengan meneladani sunnahnya, serta sebagai pemimpin yang diutus untuk rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil alamin).

Ada perbedaan antara imam (al imam) dengan pemimpin ( ar rais), kalau imam adalah orang yang dijadikan panutan atau pemimpin yang diikuti oleh pengikutnya/jamaahnya dalam konteks agama (umat muslim) dan ia bertanggung jawab atas semuanya meski tidak harus disumpah seperti imam sholat. Sementara, pemimpin adalah orang yang memimpin kelompok atau organisasi dua orang atau lebih. dan ia memiliki tanggung jawab terhadap orang yang dipimpinnya atau sesuai dengan bidang dan tugasnya masing-masing serta ia harus disumpah.

“Karenanya saya meminta para jamaah agar bisa meningkatkan cintanya kepada Rasulullah SAW, meningkatkan silaturahmi, kerukunan dan kedamaian melalui peringatan maulid Nabi Muhammad SAW ini,” ucapnya.

Ustadz Ubaidillah Ali dalam ceramahnya mengajak para jamaah agar menjadi hamba yang pandai bersyukur termasuk bersyukur dengan diutusnya Nabi SAW sebagai imam umat muslim dan pemimpin/rahmat bagi seluruh alam.

“Pentingnya menjaga hubungan yang baik antara ulama dan umara, pasalnya jika hubungan keduanya sudah terjalin dengan baik. Maka akan baik pula keadaan dan kondisi umat. Umat atau masyarakat akan bisa hidup damai, tenang, tentram dan harmonis sebagai modal dasar pembangun,” sampainya.

Ubaidillah juga mengingatkan pentingnya meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT sebagai kunci pembuka keberkahan dari Allah SWT baik dari langit maupun bumi.

Pos terkait