Telan anggaran ratusan juta, Proyek drainase Kampung Melayu dikritik warga

Teks foto : Proyek peningkatan sistem drainase di kawasan Jalan Kampung Melayu.(kalselpos.com)

BANJARMASIN, kalselpos.com – Pengerjaan proyek peningkatan sistem drainase di kawasan Jalan Kampung Melayu telah selesai. Namun mendapat komentar pedas dari masyarakat setempat.

Salah satu warga RT 8, Kampung Melayu Darat, Banjarmasin, Ahmad Nasari menilai adanya proyek peningkatan sistem drainase di kawasan Jalan Kampung Melayu tidak sesuai harapan masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Memang bagus pembuatan drainase, namun melihat prospek proyek ini dengan anggaran ratusan juta. Saya cerna tidak sesuai,” ujar Ahmad Nasari, Jumat (27/09/24) kepada wartawan Kalselpos.com.

Proyek sepanjang 255 meter itu tidak sesuai hasilnya dengan anggaran Rp650 juta, dari APBD Kota Banjarmasin Tahun 2024 yang digelontorkan.

Nasari juga menilai proyek peningkatan drainase yang dikerjakan masih belum bisa untuk mengatasi permasalahan genangan air hingga banjir.

“Kalau tidak sesuai dengan peraturan pemerintah, seperti bangunan yang harusnya memakai sistem rumah panggung, tapi kenyataannya tetap diuruk. Percuma adanya keluar masuk air ini,” tegasnya.

Diungkapkannya, pengerjaan proyek di kawasan Kampung Melayu terkesan dipaksakan. Pasalnya mau bagaimana pun dibuatkan jalur pembuangan drainase, apabila sistem tata bangunan tidak sesuai ia melihat ini akan percuma saja.

“Karena dengan sistem yang ada sekarang tanah resapan tidak ada. Percuma saja, pastinya tetap buntu. Lebih baik anggaran yang dikeluarkan digunakan pada sektor lain. Misalnya untuk membantu masyarakat yang lebih membutuhkan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin memeriksa volume hasil akhir pekerjaan drainase di kawasan Kampung Melayu. Kepala Bidang Drainase Dinas PUPR Banjarmasin, Luthfi Fadillah mengklaim, bahwa kontrak pekerjaan selesai pada pertengahan September 2024 dan hasil pengukuran drainase, tidak ditemukan kekurangan dari segi volume, sesuai ketentuan SOP pekerjaan drainase.

“Alhamdulillah berjalan dengan lancar sesuai lah dengan ukurannya,” katanya.

Luthfi juga membeberkan bahwa ada 4 paket yang progres diatas 90 persen pekerjaannya dan berakhir di September untuk kontraknya. Empat paket itu diantaranya kampung melayu dengan nilai Rp650 juta, Gunung Sari Rp1,3 miliar dengan panjang 550 meter.

“Ini kami melanjutkan sisa paket yang dikontrakkan pada bulan ini,” tandasnya.

Sementara 12 paket kecil yang sedang berproses dengan lokasi tersebar di Kota Banjarmasin antara lain di pekapuran A Gg. Pestol, jl. S. Parman Gg. Nusantara, Jl. Purnama Gg. Kafilah, kawasan sungai andai jl. Kurma dan jl. Giok, serta beberapa titik lokasi lainnya. Hal itu tambahnya sebagai penunjang infrastruktur dalam upaya pemerintah kota memberikan kenyamanan warga kota.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait