Banjarmasin, kalselpos.com – Gabungan mahasiswa yang terdiri dari Dewan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (DEMA FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari, Rabu (18/9/2024) kemarin, meakukan aksi peringatan September Hitam di bawah jembatan Fly Over, Jalan A. Yani Km 4,5 Banjarmasin.
Dalam orasinya, mereka menyuarakan berbagai macam pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di bulan September, sekaligus mengingatkan pemerintah akan janji-janji manis mereka untuk menyelesaikan kasus-kasus tersebut. Namun hingga sekarang tak ada satu pun yang kunjung terpenuhi.
Dengan berbagai macam spanduk dan pamflet bertuliskan pesan-pesan kritis yakni “Negara Berdosa Gagal Menuntaskan Kasus HAM” dan “Menagih Janji Jokowi soal Penuntasan Kasus HAM”.
Ketua Dema FEBI UIN Antasari, Husain Fakhrezi dalam orasinya mengatakan, bahwa September Hitam tidak hanya merupakan peristiwa masa lalu, tetapi cerminan dari ketidakadilan yang terus dirasakan oleh keluarga korban.
” Selain itu kami juga mengkritik lambannya langkah pemerintah dalam menyelesaikan berbagai kasus HAM dan mengingatkan bahwa permasalahan ini masih relevan hingga kini. Yaitu penyimpangan yang dilakukan Kadisdikbud Kalimantan Selatan Muhammadun, yang dianggap tak kunjung ditindaklanjuti oleh pemerintah,” tegasnya.
“Kita akan terus mengawal kasus ini, agar permasalahan di pendidikan Kalsel tidak dianggap sepele dan dibiarkan tanpa solusi,” tegas Husein Fahrezi.
Ia berharap, pemerintah harus bertanggungjawab. Kasus-kasus September Hitam tidak boleh terus dibiarkan tanpa penyelesaian.
“Apa yang kami lakukan hari ini adalah salah satu bentuk kekecewaan kami semua kepada pemerintah saat ini yang tak kunjung usai dalam menyikapi masalah-masalah di Kalimantan Selatan,” pungkasnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





