Rantau, kalselpos.com – Muhammad Syarifuddin paparkan 10 Aspek kinerja selama menjabat sebagai Penjabat Bupati Tapin. Yang mana ini merupakan laporan evaluasi ketiga yakni setahun sejak beliau menjabat. Bertempat di Kantor Inspektorat Jenderal Dalam Negeri Republik Indonesia pada hari ini di Jakarta, Selasa (03/09).
Evaluasi Pj. Kepala Daerah ini dilakukan setiap tiga bulan sekali atau per triwulan yang mana Kemendagri melalui Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri RI melakukan penilaian kepada para Pj. Kepala Daerah.
Penjabat Bupati Tapin Muhammad Syarifuddin dalam paparannya mengatakan, ada 10 aspek yang disampaikan Inflasi, Stunting, Badan Usaha Milik Daerah, pelayanan publik, pengangguran, kemiskinan Ekstrem, pelayanan kesehatan di RSUD Datu Sanggul, penyerapan anggaran, 10 kegiatan unggulan, dan terakhir terkait perizinan.”10 Aspek ini berhasil kita jalankan dengan hasil yang maksimal,” jelasnya.
Dijelaskan Syarifuddin, khususnya aspek penanganan stunting bahwa kasus anak stunting telah mengalami penurunan dari periode sebelumnya yakni dari awalnya 13,24 persen turun menjadi 12,75 persen.
Sedangkan penanganan kemiskinan Ekstrem saat ini pemerintah daerah memberikan bantuan pengembangan kesejahteraan sosial untuk 519 kepala keluarga selama 7 bulan.”Setiap kepala keluarga kita berikan bantuan sebesar Rp 350.000,” bebernya.
Penanganan inflasi di Kabupaten Tapin juga berjalan dengan cukup baik, karena berbagai kebijakan diterapkan oleh pemerintah daerah seperti kegiatan pasar murah, aksi tanam bibit cabai serentak di 135 desa dan kelurahan. Dan pemberian bantuan sosial kepada keluarga pra sejahtera serta.”Adanya sembako yang di subsidi juga menjadi salah satu upaya kita untuk membantu masyarakat,” ucapnya.
Dipaparkan Syarifuddin, jumlah penyerapan anggaran belanja Kabupaten Tapin per tanggal 22 Agustus 2024 adalah sebesar
Rp. 1.211.868.806.919, dengan persentase sebesar 46,07 persen.
upaya yang telah dilakukan dalam peningkatan penyerapan anggaran antara lain ;melakukan percepatan pelaksanaan kegiatan secara efektif sehingga mampu menyerap
anggaran secara tepat, efisien dan akuntabel, menyusun surat edaran sekretaris daerah dalam rangka percepatan penyerapan belanja, memprioritaskan pencairan anggaran terhadap kegiatan – kegiatan yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat, melakukan percepatan pengadaan barang dan jasa secara transparan, akuntabel, dan optimalkan pelelangan secara elektronik.
Tidak hanya itu, ada sepuluh kegiatan unggulan yang terdapat pada rkpd, rpd dan apbd Kabupaten Tapin, yakni pengembangan kawasan pendidikan dan pelatihan di
kecamatan tapin selatan; pemberian pelayanan home care untuk tokoh masyarakat dan ulama di kabupaten tapin; penurunan stunting; penguatan data riset dan inovasi dalam proses pembangunan daerah, adanya hasil riset sebagai dasar penyusunan program kegiatan;pembangunan minimal pilot projek kecamatan
binuang dan kecamatan candi laras utara;
peningkatan sistem pemerintahan berbasis elektronik
(spbe) – penguatan pengamanan data digital melalui csrt; membuka pertumbuhan ekonomi melalui pembukaan ruas jalan pandahan – margasari; pembangunan ruas jalan binuang – batu hapu menuju
geopark meratus; pengembangan kawasan perdesaan di kecamatan
tapin tengah, bakarangan, candi laras utara, candi laras selatan;
penghapusan kemiskinan ekstrem.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





