Pasca ambruk, Orang tua Siswa SDN Mawar 7 Banjarmasin dirikan tenda di halaman sekolah

Teks foto : Sejumlah siswa SDN Mawar 7 Banjarmasin terpaksa belajar menggunakan tenda darurat di halaman sekolah.(kalselpos.com)

BANJARMASIN, kalselpos.com – Sejumlah orang tua siswa SDN Mawar 7 Banjarmasin berinisiatif memasang tenda darurat di halaman sekolah itu, Selasa (20/08/24).

Tenda yang dipasang tersebut diberikan sekat-sekat untuk ditempati oleh siswa. Umumnya yang menempati, merupakan siswa yang semula berada di kelas lantai atas bangunan sekolah.

Bacaan Lainnya

“Sebagian di antaranya, ada siswa-siswi yang dari kelas III dan IV,” ujar RJ perwakilan orang tua murid.

Menurutnya, langkah ini diambil untuk mendukung kelancaran proses belajar mengajar selama perbaikan teras pasca ambruk kemarin.

“Rencananya, tenda ini dipasang hingga perbaikan selesai,” katanya, kepada wartawan.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN Mawar 7, Latif Gabaruddin, malah mengaku tidak mengetahui tentang pemasangan tenda tersebut.

“Tenda sudah terpasang saat saya datang. Inisiatif dari orang tua murid,” katanya.

Latif menjelaskan, ia telah menyampaikan ketidaksetujuannya kepada orang tua murid terkait pemasangan tenda.

Ia beralasan, karena dari total 12 ruang kelas yang tersedia, masih ada enam ruang kelas yang bisa digunakan.

Dan sekarang pihaknya hanya tinggal menunggu hasil pemeriksaan serta perhitungan kerusakan dari Dinas PUPR.

“Namun, mereka masih khawatir akibat amblesnya sebagian teras itu. Mereka mungkin trauma, dan masih terpikirkan sampai sekarang. Apalagi ibu-ibu,” jelasnya.

Saat ini, pihak sekolah menerapkan sistem belajar bergiliran (per shift). Kemudian, menggunakan ruang guru sebagai ruang kelas tambahan.

Pihaknya juga tidak meliburkan siswa, proses belajar mengajar tetap dilakukan selama perbaikan teras tersebut.

Namun sekali lagi, kekhawatiran orang tua murid menurut Latif, masih tetap ada.

“Mereka menganggap dengan mendirikan tenda lebih aman,” tuturnya.

Di sisi lain diutarakan Latif, dari hasil rapat antara pihak sekolah bersama perwakilan orang tua murid pada Senin (19/8) tadi, memang ada keinginan orang tua murid untuk membantu perbaikan fasilitas pendidikan.

Namun, ia menegaskan, apabila bantuan dilakukan dengan cara memungut sumbangan, maka jelas tidak diperbolehkan.

“Kalau dari alumni, saya terima. Tapi kalau melalui sumbangan orang tua atau wali murid, tidak saya perbolehkan,” tandasnya.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait