Sampit,kalselpos.com –
Kemah Bakti ELY 2024 di Bumi Perkemahan Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berlangsung meriah. Kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari berbagai instansi ini diharapkan dapat mempererat sinergi antar instansi dalam membangun daerah.
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, sesuai namanya, Kemah ELY yang merupakan singkatan dari eksekutif, legislatif dan yudikatif, diikuti peserta dari tiga unsur penyelenggara negara tersebut. Kegiatan ini diharapkan memperkuat kekompakan instansi dari tiga institusi tersebut.
“Melalui Kemah ELY ini semoga sinergi dan kekompakan kita selaku penyelenggara negara, yakni eksekutif, legislatif dan yudikatif semakin kuat sehingga pelayanan kepada masyarakat juga semakin baik,” kata Halikinnor, Sabtu (27/7/2024).
Halikinnor berharap momentum Kemah Bakti ELY ini semakin mengokohkan semangat, kreativitas, serta jiwa solidaritas seluruh peserta.
Menurutnya, gerakan Pramuka sebagaimana juga gerakan Kepanduan di seluruh dunia merupakan kegiatan pendidikan di luar sekolah dan di luar lingkungan keluarga untuk kaum muda.
Sistem pendidikan Pramuka sebagai sistem pendidikan non formal membantu dan melengkapi pendidikan formal dalam upaya pembentukan watak dan kepribadian kaum muda sebagai kader bangsa yang cinta tanah air (nation and character building). Untuk itu gerakan Pramuka menyelenggarakan kegiatan yang menarik, bersifat rekreatif dan edukatif di alam terbuka.
Dirinya menyambut gembira penyelenggaraan kegiatan kemah bakti eksekutif, legislatif, dan yudikatif se-Kabupaten Kotim Melalui kegiatan ini semua mencoba mengenal, menghayati salah satu aktivitas gerakan Pramuka dalam menyelenggarakan salah satu tugasnya yaitu melaksanakan perkemahan.
Hal itu berarti hidup di alam terbuka dengan segala tantangan dan dalam keadaan yang sederhana dengan fasilitas yang terbatas, segala sesuatu harus dikerjakan secara mandiri atau berkelompok tetapi terus berlatih, berkarya, memelihara lingkungan hidup serta senantiasa dalam suasana gembira dan persaudaraan.
Kemah Bakti ELY tahun ini merupakan yang keempatkalinya dilaksanakan di Bumi Perkemahan Desa Ujung Pandaran. Penyelenggaraan yang pertama pada tahun 2009, yaitu Kemah Bakti ELY tingkat Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada tanggal 9 – 11 Januari 2009 yang dihadiri tidak kurang dari 3.000 anggota pramuka dewasa se-Provinsi Kalteng.
Saat itu Gubernur Agustin Teras Narang, Wakil Ketua Kwarnas Pramuka Parni Hardi dan Ketua Kwarda XV Kalteng Nahson Taway juga berkenan hadir pada saat itu.
Kemah yang kedua adalah Kemah Bakti ELY se-Kabupaten Kotim pada 29-31 Mei 2015. Kemah Bakti ELY yang ketiga, yaitu Kemah Bakti ELY tingkat Provinsi Kalteng pada 29 November – 1 Desember 2019 yang dihadiri langsung oleh Gubernur Sugianto Sabran beserta Ketua Kwarda XV Gerakan Pramuka Kalteng Yulista Ivo Azahri.
Selanjutnya, Kemah Bakti ELY yang keempat adalah yang digelar saat ini, yakni pada 26-28 Juli 2024. Kali ini mengambil motto, “Satyaku ku dharmakan, dharma ku ku baktikan’ dan dengan tema “ Habaring Hurung, Inovasi, dan Berjaya”.
“Tema ini saya anggap tepat, di mana pada saat pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur sedang gencar-gencarnya melaksanakan pembangunan di segala bidang,” ujar Halikinnor.
Hal penting yang patut dicatat dan direnungkan adalah kehadiran berkumpul di sini merupakan aktualisasi dari bentuk tanggung jawab dalam rangka menghantarkan generasi penerus bangsa ini ke masa depan yang lebih baik.
Kehadiran dalam kegiatan Kemah Bakti ELY ini bukanlah sebagai suatu paksaan ataupun intervensi untuk menjadi Pramuka aktif, tetapi hal ini merupakan wujud kepedulian bersama sebagai abdi negara dan pejabat publik yang merupakan penyelenggara pemerintahan di kabupaten maupun di kecamatan/desa.
Peserta diajak bersama-sama gerakan Pramuka untuk membina dan mengarahkan para remaja dan pemuda di Kotim mejadi kader pembangunan dan kader penerus estafet pembangunan bangsa.
Hal ini sangatlah penting sekali, mengingat perkembangan transpormasi informasi, Iptek, dan sosial budaya saat ini banyak yang disalah artikan oleh remaja dan pemuda, bahkan juga oleh orang dewasa atau orang tua.
Apabila hal ini dapat ditanamkan dalam semangat etos kerja di lingkungan kerja, sangat mungkin juga akan membawa perubahan dalam pelayanan sebagai abdi negara kepada seluruh lapisan masyarakat.
“Oleh karena itu saya berharap, tidak ada kesan bapak/ibu merasa terpaksa untuk mengikuti kegiatan ini. Mari kita bersama-sama melaksankan dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini dengan penuh semangat, persaudaraan dan secara sukarela,” tuturnya.
Melalui pengenalan dan penghayatan terhadap kegiatan Pramuka diharapkan tiba pada kesadaran bahwa fungsi kita dalam berbagai tugas dan peran, baik sebagai pejabat di eksekutif, legislatif dan yudikatif dalam memberikan peran serta nyata dalam upaya membina dan mengembangkan kegiatan Pramuka di Bumi Habaring Hurung.
Kemah Bakti ELY ini merupakan momen yang penting dalam perkembangan gerakan Pramuka di Kabupaten Kotim.
Melalui kegiatan ini diharapkan adanya komitmen bersama semua komponen untuk mendukung ketersediaan dana, sarana dan pra sarana bagi pelaksanaan pendidikan kepramukaan di Kabupaten Kotim, sehingga pendidikan kepramukaan di daerah kita akan selalu terdepan dan diperhitungkan oleh daerah- daerah lainnya.
Semangat kemitraan antara eksekutif, legislatif dan yudikatif dalam gerakan pramuka pada tingkat pusat telah melahirkan landasan hukum bagi gerakan pramuka, yaitu telah ditetapkannya Undang-Undang Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.
Undang-undang tersebut sebagai landasan hukum untuk melaksankan revitalisasi gerakan Pramuka yang telah dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia JokoWidodo.
“Melalui perkemahan ini, Halikinnor berharap kiranya suasana kemitraan antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif makin ditingkatkan,” harap Halikinnor.
Meskipun acara perkemahan ini relatif singkat, kiranya para peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan baik itu kegiatan bakti masyarakat maupun lomba-lomba gembira dengan sebaik-baiknya dan menikmati suasana kepramukaan yang sederhana, bersahaja dalam semangat kekeluargaan dan kebersamaan.
Dia berharap kegiatan kemah bakti seperti ini dapat dilanjutkan pada tingkat kwartir ranting dan diprogramkan secara periodik.
Ucapan terima kasih juga disampaikannya kepada bapak/ibu dari unsur forum koordinasi pimpinan daerah, TNI dan Polri serta instansi vertikal yang pada kesempatan ini dapat meluangkan waktunya untuk hadir dan mengikuti kegiatan perkemahan ini sampai dengan selesai.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





