Pemkab Kotim Berharap Konversi Minyak Tanah ke LPG Dituntaskan

Teks foto: Warga antre membeli gas LPG 3 kg saat operasi pasar di Taman Kota Sampit, belum lama ini. (Istimewa/Pemkab Kotim)(kalselpos.com)

Sampit,kalselpos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) berharap pemerintah pusat menuntaskan program konversi minyak tanah ke gas LPG 3 kg di daerah ini agar masyarakat bisa lebih mudah mendapatkan gas bersubsidi tersebut secara merata.

Bupati Kotim Halikinnor mengatakan, dari 17 kecamatan yang ada di Kotim, masih ada enam kecamatan yang belum tersentuh program konversi minyak tanah ke gas LPG 3 kg. Namun faktanya, masyarakat di enam kecamatan tersebut semakin sulit mendapatkan minyak tanah sehingga sebagian dari mereka sudah beralih menggunakan gas meski harus bersusah payah mendapatkan gas LPG 3 kg.

Bacaan Lainnya

“Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur akan terus berkomitmen untuk mendukung dan mengupayakan kesejateraan masyarakat, karena ketersediaan bahan bakar minyak dan gas merupakan hak dasar warga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Halikinnor, Jumat (26/7/2024).

Ada enam kecamatan yang belum mendapatkan pasokan LPG 3 kg, yaitu Kecamatan Kota Besi, Telawang, Mentaya Hulu, Bukit Santuai, Telaga Antang dan Antang Kalang.

Dari keenam kecamatan tersebut masih disuplai minyak tanah, sementara masyarakat umum sudah beralih menggunakan LPG 3 kg yang lebih efisien dan praktis.

Masalah ini sudah disampaikan Halikinnor kepada pemerintah pusat dalam beberapa kesempatan. Sayangnya hingga kini belum ada realisasi sesuai harapan.

Pada 16 Juli lalu dilakukan sosialisasi konversi minyak tanah ke LPG 3 kg secara mandiri. Kegiatan ini diikuti berbagai pihak terkait, khususnya pemerintah dari enam kecamatan yang belum termasuk program konversi minyak tanah ke gas LPG 3 kg.

Kegiatan sosialisasi konversi minyak tanah ke LPG 3 kg secara mandiri dilatarbelakangi oleh kurangnya pasokan LPG 3 kg serta ketidaksesuaian HET dengan harga di lapangan akibat kurangnya pasokan LPG 3 kg.

Oleh karena hal-hal tersebut di atas maka Pemkab Kotim berupaya agar keenam kecamatan yang belum konversi agar segera mendapatkan pasokan LPG 3 kg dengan memohon kepada Ditjen Migas Kementerian ESDM RI dan BPH Migas RI.

Program reguler konversi minyak tanah ke LPG 3 kg disertakan paket kompor dan tabung gratis dari pemerintah pusat, namun saat ini program tersebut sudah tidak ada lagi di Kementerian ESDM RI.

Berdasarkan petunjuk dari Ditjen Migas Kementerian ESDM RI dan BPH Migas RI, konversi minyak tanah ke LPG 3 kg dapat dilakukan secara mandiri apabila masyarakatnya memang sudah beralih secara mandiri.

Selanjutnya Ditjen Migas Kementerian ESDM RI dan BPH Migas RI mempersyaratkan pelaksanaan sosialisasi kepada masyarakat kecamatan yang belum konversi untuk menyampaikan hal-hal tersebut di atas.

Kegiatan sosialisasi konversi minyak tanah ke LPG 3 kg secara mandiri sengaja dilaksanakan sekaligus untuk enam kecamatan untuk efisiensi waktu, sehingga hasil dari kegiatan sosialisasi ini
segera disampaikan
ke Ditjen Migas Kementerian ESDM RI dan BPH Migas RI.

Apabila sudah disetujui oleh Ditjen Migas dan BPH Migas RI pelaksanaan konversi akan dilaksanakan oleh Pertamina Patra Niaga secara bertahap, kuota minyak tanah akan dikurangi dan kuota LPG 3 kg akan ditambah.

“Semoga tahapan-tahapan hingga terlaksananya koversi minyak tanah ke LPG 3 kg dapat terlaksana dalam waktu segera. Semoga dapat berjalan lancar, sehingga konversi dapat mulai dilakukan tahun depan,” pungkas Halikinnor.

Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store

Pos terkait