Sampit, kalselpos.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) mengoptimalkan keberadaan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) untuk peningkatan layanan kesehatan kepada masyarakat sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Sekretariat Daerah Kotim, Rusmiati mengatakan, pihaknya menyambut positif terselenggaranya pencanangan posyandu integrasi layanan primer “Sekar Sawahan” Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, hari ini.
“Ini adalah upaya kita bersama mewujudkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat secara terintegrasi, sehingga cakupan dan layanan kesehatan primer semakin optimal,” kata Rusmiati, Rabu (24/7/2024).
Dia berharap kegiatan ini, akan mampu menguatkan komitmen bersama untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat. Tujuannya agar transformasi sistem layanan yang dilakukan mampu berdampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam aspek kesehatan.
Pembangunan di bidang kesehatan merupakan sebuah sektor pembangunan esensial, sehingga perbaikan demi perbaikan terus dilakukan, termasuk oleh Kementerian Kesehatan yang saat ini tengah melakukan transformasi sistem layanan kesehatan primer di setiap unit pelayanan kesehatan dasar, guna mendekatkan layanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat melalui ILP.
Transformasi sistem layanan kesehatan primer berfokus pada siklus hidup (ibu hamil, balita, remaja, usia dewasa, lansia) sebagai platform integrasi layanan kesehatan.
Transformasi dalam bentuk ILP ini diwujudkan dengan perubahan mendasar pada desain layanan, yang difokuskan pada kelompok sasaran yang diberikan sampai ke tingkat dusun dan keluarga, sedangkan di tingkat kecamatan desain ini memberikan paket layanan untuk masing-masing siklus hidup diberbagai tingkat layanan kesehatan yang ada di puskesmas, baik pelayanan di dalam gedung maupun di luar gedung.
Pada posyandu, ILP mengintegrasikan layanan seluruh siklus hidup yang sebelumnya dilakukan secara terpisah. Selain itu posyandu bersama puskesmas pembantu melaksanakan pemantauan wilayah setempat dan membagi wilayah kerja untuk setiap kader, dan posyandu bertugas untuk menjadwalkan kunjungan rumah.
“Dengan demikian, melalui ILP peran puskesmas sebagai penanggung jawab masalah kesehatan di wilayah kerjanya, akan semakin kuat dengan aktifnya di tingkat kelurahan oleh petugas kesehatan bersama kader,” tandasnya.
Selain itu, puskesmas dan posyandu memiliki peran penting dalam ILP yang komprehensif dan terpadu, melalui berbagai layanan preventif, kuratif dan rehabilitatif sesuai dengan kebutuhan kesehatan masyarakat.
Untuk itu, pelayanan kesehatan yang didekatkan kepada masyarakat ini diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.
Penyelenggaraan posyandu integrasi layanan primer tidak hanya menjadi tanggung jawab dari sektor kesehatan, tetapi perlu dukungan dari semua sektor, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, sampai dengan monitoring dan evaluasi.
Apalagi mengingat pelaksanaan ILP ini melibatkan banyak pihak hingga ke tingkat desa/kelurahan, bahkan dusun/RW, sehingga peran serta masyarakat serta pemerintah desa/kelurahan sangat penting untuk mengoptimalkan implementasinya.
“Maka saya minta kepada pemerintah desa/kelurahan, untuk dapat mendukung dan membersamai pelaksanaan kebijakan ini, khususnya dalam pelaksanaannya, kader kesehatan dan kader posyandu yang merupakan unsur masyarakat, akan bertugas bersama petugas kesehatan, baik di puskesmas pembantu maupun di posyandu,” pungkas Rusmiati.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





