BANJARMASIN, Kalselpos.com – Menunjang kenyamanan masyarakat, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin mulai benahi drainase.
Pengerjaan drainase ini sebelumnya harus tertunda, akibat Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin harus menyelesaikan refocusing pada APBD tahun 2024.
Kepala Bidang Drainase, Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Luthfi Fadillah menuturkan ada 4 titik yang menjadi fokus di tahun ini. Yakni di kawasan Gunung Sari, Kampung Melayu, dan 2 titik di kawasan Belitung.
Pengerjaan drainase ini pun dikatakannya, adalah sebagai bentuk antisipasi genangan air atau calap akibat hujan deras di sejumlah ruas jalan yang masih terjadi.
“Total anggaran untuk pengerjaan 4 titik ini adalah Rp 8 miliar. Jumlah itu termasuk gaji bagi pasukan turbo,” ucap Luthfi, saat di wawancarai beberapa hari yang lalu.
Ia juga menjelaskan, total dari seluruh pengerjaan drainase di tahun ini hampir mencapai 1,5 kilometer. Yakni 500 meter untuk pengerjaan drainase di kawasan Gunung Sari, ini dilanjutkan sebagai sambungan pembangunan drainase di Cempaka Raya.
Lalu di kawasan Kampung Melayu sepanjang 350 meter, dan di Belitung sepanjang 500 meter untuk dua titik. Total gabungan pengerjaan di Gang Al Falah dan Gang Melati.
“Ini sudah mulai lelang, bahkan ada yang susah dikerjakan. Targetnya Oktober selesai, paling lambat di November,” jelasnya.
Lebih lanjut, dirinya juga menerangkan sebenarnya pengerjaan 4 titik drainase ini masih kurang untuk mengatasi calap atau genangan air yang masih sering terjadi.
Namun pihaknya tidak bisa berbuat lebih, karena refocusing yang terjadi anggaran yang diperlukan untuk mengerjakan drainase di titik lain tidak mencukupi.
Meski demikian, Luthfi mengungkapkan pihaknya sudah mensiasati agar penanganan genangan air ini bisa tetap dilakukan.
“Jadi kita akan membuat gorong-gorong di setiap kecamatan, totalnya 6-7 buah,” tuturnya.
Fungsinya untuk menyalurkan air dari dari daerah yang memiliki ketinggian tanah yang berbeda. Contohnya ada di di kawasan Sungai Andai, misal di blok A rendah airnya, lalu blok B tinggi airnya.
“Itu kita buatkan gorong-gorong untuk mengkoneksikan nya,” ujarnya.
“Dan gorong-gorong ini akan dibangun dengan lebar rata-rata 5-6 meter. Itu disesuaikan dengan lebar jalan, karena sebagian akan mencrosing jalan,” sambungnya.
“Untuk anggaran sendiri, ini per kecamatan sekitar Rp 200 jutaan,” tandasnya.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store





